Paman Sang Pengedar Akhirnya Terciduk

 Selasa, Tanggal 09-10-2018, jam 09:17:32
ilustrasi

PURUK CAHU-Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Murung Raya (Mura) meringkus seorang pengedar sabu berinisial U alias Paman. Pria 24 tahun yang sudah lama masuk daftar operasi polisi ini diciduk di rumahnya, Desa Juking Pajang, Kecamatan Murung, Minggu (7/10) malam.

Paman tak tak bisa lagi mengelak karena petugas yang dipimpin Kasatresnarkoba Iptu GS Rahail mengantongi bukti-bukti kuat. Pasalnya, pipet kaca yang diduga berisikan narkoba jenis sabu dari dalam rumah pelaku.

 ditemmukan Selain pengakuan MB yang sebelumnya sudah diciduk, bahwa narkoba jenis sabu-sabu didapatkan dari Paman, polisi juga mendapatkan

Kapolres Murung Raya AKBP Esa Estu Utama SIK melalui Kasatresnarkoba, Iptu GS Rahail membenarkan penangkapan terhadap Paman. Penyergapan terhhadap Paman merupakan hasil pengembangan dari seorang pelaku lainnya yang lebih dulu diamankan.

“Paman kami amankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka pengedar sabu. Ini semua berkat hasil pengembangan dari pelaku MB yang mengaku memperoleh barang dari Paman,” kata Rahail, Senin (8/10).

Menurut Rahail, Paman sudah sejak lama menjadi target operasi pihaknya. Begitu dapat informasi tentang keberadaannya, operasi penangkapan langsung dilakukan. Rahail dan personel langsung melakukan penyergapan begitu dipastikan Paman sedang berada di rumahnya sendiri.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu bong terbuat dari kaca, satu korek, satu pipet kaca berisi sabu. Selain itu diamankan juga satu telepon genggam dan satu tas.

“Saat dilakukan penggeledahan, kami berhasil menemukan barang bukti berupa pipet kaca yang berisi sabu di rumah tersangka paman,” ungkap Rahail.

Saat ini, Paman dan barang bukti narkoba jenis sabu sudah diamankan di Mapolres Mura guna proses penyidikan lebih lanjut. Dia juga dibidik Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 subsider Pasal 122 ayat (1) huruf A Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman lima hingga 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” tandasnya. (her/ang)

Berita Terkait