Perempuan Bisa Jadi Pemimpin, Tapi Harus Tetap Ingat Kodratnya

 Minggu, Tanggal 07-10-2018, jam 06:04:25
Tiur Simatupang

Menjadi sukses juga impian perempuan. Baik bgai yang masih hidup sendiri maupun yang sudah membangun rumah tangga (menikah). Sudah tentu, jika perempuan itu sudah menikah, maka kesibukan akan mengurangi waktunya bersama keluarga.

Tapi, itu bukanlah alasan untuk melupakan kodrat sebagai seorang ibu. Inilah yang dirasakan Tiur Simatupang, salah satu kepala dinas di Pemerintah Kota Palangka Raya.

TAWANYA terdengar, ketika ditanya. Bagaimana rasanya menjadi kepala dinas? Perempuan bisa saja menjadi pemimpin. Jawab Tiur Simatupang dengan logat khas bataknya.      

Banyak perempuan-perempuan masa kini sukses berkarier, hingga lupa merawat kesehatan dirinya sendiri bahkan keluarga. Terkadang, keharmonisan keluarga menjadi terbengkalai. Tapi bagi sosok Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) yang bertugas di Pemerintah Kota Palangka Raya ini, perempuan harus tetap menjalankan kodratnya.

 “Sesibuk apapun, kodrat perempuan adalah menjadi istri dan ibu, sehingga keluarga harus tetap yang utama,” ungkap Tiur Simatupang saat dibincangi Kalteng Pos.

Perempuan karier, ucap Tiur, harus bisa membagi waktu. Antara kesibukan bekerja dengan waktu mengurus keluarga. Jangan sampai, tegas dia, karena sibuk mengurus karier hubungan rumah tangga menjadi tidak harmonis dan tugas sebagai istri terlupakan.

“Jadilah perempuan yang bijak,” tegas mantan kepala Dinas Kesehatan ini.

Bagi Tiur, perempuan itu hebat. Sebab, di tengah kesibukan mengurus keluarga, tetapi masih sempat berkarir. Bahkan perempuan bisa memiliki jabatan yang tinggi. Seperti yang ia jabat sekarang.

Tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, tuturnya, perempuan mampu menjadi seorang pemimpin. Namun, perempuan yang bijak tetap menjadi seorang istri dan menjalan peran istri dalam keluarga.

“Jangan anggap remeh perempuan, dia hanya lemah fisik. Sesungguhnya dia kuat,” ujar Tiur.

Sebagai kepala dinas yang setiap hari bergelut dengan keperempuanan. Tiur kerap mengajak ibu-ibu khususnya perempuan untuk berkarier. Namun ia tetap menyisipkan pesan kepada perempuan, keluarga tetap yang utama, kasih sayang kepada anak adalah hal terpenting. Ajarkan anak-anak hal-hal positif, dan pantau terus pergaulanya.

“Sehebat apapun perempuan, harus tetap pada kodratnya mengurus keluarga,” tutupnya. (*abw/aza/ctk/nto)

Berita Terkait