Kotak Suara Pemilu 2019 Mulai Diproduksi

 Senin, Tanggal 01-10-2018, jam 03:41:40
Ilustrasi. (foto: net)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mulai menyiapkan kotak suara untuk pemilu 2019. Sesuai rencana, semua kotak suara dibuat transparan di bagian depan dan diproduksi baru. Tidak lagi menggunakan kotak suara lama yang sebagian besar memang sudah rusak dan berbahan aluminium.

’’Jumlahnya 805 ribu kali lima,’’ terang Ketua KPU Arief Budiman seperti diberitakan Jawa Pos. Artinya, jumlah produksi kotak suara akan mencapai 4.025.375 buah.

Tidak ada cadangan, yang artinya semua kotak harus dalam kondisi baik saat diterima KPU. Bahan yang digunakan adalah karton kedap air, sehingga diharapkan tidak mudah rusak saat dikirim ke daerah.

Ada tiga perusahaan yang memenangkan lelang kotak suara, yakni PT Intan Ustrix di Gresik, PT Cipta Multi Buana Perkasa di Tangerang, dan PT Karya Indah Multiguna di Bekasi.

Mantan Komisioner KPU Jatim itu menuturkan, pihaknya memiliki waktu yang cukup panjang untuk pengadaan logistik pemilu. ’’Target selesainya (kotak suara) Desember, masih lama,’’ tuturnya.

Secara bertahap, logistik lainnya juga akan diproduksi, seperti bilik suara, amplop, formulir, dan tentu saja logistik utama, surat suara.

Khusus untuk surat suara, KPU masih bisa menunggu hingga perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) selesai. Perbaikan DPT ditargetkan selesai pada pertengahan November mendatang. Saat itu, diharapkan semua pemilih sudah memiliki E-KTP sehingga bisa masuk dalam DPT hasil perbaikan.

“Tidak perlu sampai menjadi pemilih khusus yang jadwalnya satu jam sebelum TPS tutup,’’ terang Komisioner KPU Viryan Azis.

Sementara, mereka yang berusia 17 tahun antara 1 Januari sampai 17 April diyakini masih bisa tertampung dalam daftar pemilih khusus. Dalam hal ini, terdapat hitungan yang berbeda antara Kemendagri dan KPU. Data Dirjendukcapil menunjukkan jumlah pemilih pemula antara 1 JAnuari-17 April 2019 berjumlah 5.035.887 jiwa. ’’Hitungan kami, jumlahnya 1,2 juta orang,’’ tutur Viryan.

Rencananya, produksi surat suara akan dimulai pada Januari atau Februari mendatang. Arief mengatakan, kisaran waktu tersebut tidak terlalu mepet juga tidak jauh dari jadwal pemungutan suara.

’’Kalau terlalu lama disimpan, yang kami khawatirkan adalah potensi surat suara rusak,’’ ujar alumnus SMAN 9 Surabaya itu. (byu/jpnn/kpc)

Berita Terkait