Prosedur Lasik untuk Kelainan Mata

 Minggu, Tanggal 30-09-2018, jam 07:02:21
ILustrasi Oleh: dr Putu Riska Mordiana SKed

KATA Lasik akhir-akhir ini sering terdengar di berita dan artikel baik di media cetak maupun media elektronik. Lasik yang populer belakangan ini sering dikaitkan dengan prosedur operasi untuk memperbaiki penglihatan agar tidak lagi memakai kacamata. Di Indonesia sendiri prosedur Lasik sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 1997 oleh Jakarta Eye Center. Hingga saat ini telah puluhan ribu prosedur Lasik dilakukan pada orang-orang yang memerlukan Lasik tersebut.

Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (Lasik) adalah prosedur bedah rawat jalan yang digunakan untuk mengobati miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatisme. Prosedur LASIK menggunakan sebuah laser yang digunakan untuk membentuk kornea sehingga memperbaiki cara mata memfokuskan sinar cahaya ke retina di belakang mata.

Dengan Lasik, dokter mata akan membuat flap (lapisan) tipis di kornea, baik menggunakan pisau atau laser. Dari flap ini akan dikoreksi lapisan dan jaringan di kornea berdasarkan gangguan yang dialami oleh pasien. Bagi orang dengan rabun jauh atau lebih dikenal dengan mata minus, Lasik digunakan untuk meratakan kornea yang terlalu melengkung. Bagi orang dengan rabun dekat atau mata plus, Lasik digunakan sebaliknya, yaitu melengkungkan kornea yang terlalu datar. Pada orang dengan astigmatisme yang memakai lensa silinder Lasik digunakan untuk memperbaiki permukaan kornea yang tidak teratur.

Tidak semua orang dapat menjalani prosedur Lasik ini. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan pasien tidak dapat menjalani Lasik.

Pertama, memiliki penglihatan yang baik, tanpa rabun jauh, rabun dekat maupun astigmatisme.

Kedua, memiliki pupil yang besar atau kornea yang tipis.

Ketiga, memiliki pekerjaan yang dapat terpengaruh pasca dilakukan operasi Lasik.

Keempat, memiliki mata presbiopi atau rabun yang terjadi karena proses penuaan.

Kelima, mengikuti olahraga yang berisiko terjadi trauma fisik pada wajah.

Calon pasien yang akan menjalani LASIK juga memiliki beberapa persyaratan.

Pertama, berusia minimal 18 tahun. Terkadang terdapat pengecualian bagi anak-anak yang memiliki satu mata rabun jauh yang parah dan satu mata normal.

Kedua, tidak dalam kondisi hamil atau menyusui.

Ketiga, jika calon pasien memiliki rabun jauh, operasi Lasik harus ditunda sampai mata pasien benar-benar stabil, dimana ukuran lensa yang dipakai pasien tidak mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2 tahun.

Keempat, kondisi mata pasien dapat diobati dengan Lasik.

Kelima, tidak menderita penyakit diabetes, tekanan bola mata yang tinggi, penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, penyakit di sekitar mata, atau katarak.

Terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan pasien sebelum menjalani Lasik.

Pertama, jika pasien merupakan pengguna lensa kontak, pasien diharuskan untuk mengganti lensa kontaknya dengan kacamata selama beberapa minggu sebelum operasi.

Kedua, pasien dilarang menggunakan make-up, krim, parfum, atau lotion pada hari pelaksanaan Lasik. Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk lebih sering membersihkan bulu mata menjelang pelaksanaan operasi untuk menghindari risiko infeksi.

Ketiga, mencari informasi mengenai biaya Lasik pada fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan Lasik. Operasi Lasik merupakan operasi yang memakan biaya cukup mahal, dan umumnya asuransi tidak menanggung biaya Lasik.

Setelah melakukan operasi Lasik, kondisi pasien belum pulih sepenuhnya. Pada hari pertama setelah operasi biasanya pandangan akan menjadi kabur dan buram. Namun semakin hari pandangan akan semakin membaik. Dalam 1-2 bulan pasien akan menjalani kontrol rutin untuk memastikan tidak ada efek samping prosedur Lasik yang terjadi.

Populernya prosedur Lasik tentu menimbulkan beberapa pertanyaan terkait dengan prosedur yang dilakukan. Kebanyakan orang mengkhawatirkan apakah prosedur LASIK akan mengganggu proses penglihatan. Resiko dari setiap tindakan atau modifikasi pada bagian tubuh tertentu jelas ada, namun dalam prosedur Lasik apabila pasien menjalani ketentuan sebelum dan setelah operasi dengan baik maka resiko Lasik sangatlah minimal. Hingga saat ini belum ada kasus kebutaan akibat komplikasi operasi Lasik. (*)

Berita Terkait