PEMAIN BUTUH KEPASTIAN, BUKAN JANJI

Pasus Minta Manajemen Kalteng Putra Harus Transparan

 Jum`at, Tanggal 14-09-2018, jam 11:25:46
Para penggawa Kalteng Putra tidak hanya kompak di dalam lapangan. Bahkan di luar lapangan pun, Taufik Kasrun dkk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan. Salah satunya dengan mandi bersama di salah satu pantai di Biak, kemarin. (FOTO : ISTIMEWA)

PALANGKA RAYA – Polemik seputar belum diterimanya bonus lima laga yang sudah dijalani skuat Kalteng Putra masih belum menemukan titik terang. Jika sebelumnya, Manajer tim Rahmat Nasution Hamka menyebutkan, kalau sebagian bonus sudah diserahkan. Namun hal itu tidak diakui pemain. Pasalnya, bonus untuk lima laga terakhir di penyisihan Grup Timur Liga 2 Nasional, belum mereka terima. Tapi pemain membutuhkan kepastian, dan bukan hanya janji semata.

Terkait bonus yang belum tuntas tersebut, kapten tim Kalteng Putra, Taufiq Kasrun membenarkan. Bahkan hingga Kamis (13/9), manajemen belum memberikan kepastian terkait bonus lima laga terakhir kepada seluruh punggawa Kalteng Putra.

“Sudah 2 minggu terakhir, manajer tidak ada kabar sama sekali (terkait bonus). Bahkan (manajer) belum pernah menemui pemain. Kami (maksudnya pemain) semua juga ingin mendapatkan kepastian dan pemain juga bingung harus nanya ke siapa, cerita ke siapa dan belum ada kejelasan sama sekali,” ungkap Taufiq Kasrun saat dikonfirmasi via telepon, kemarin. Saat dihubungi, Taifuq Kasrun dkk sudah berada di Biak (Papua) untuk melakoni laga away melawan PSBS Biak.

Menurut mantan pemain Persela Lamongan ini, hingga kemarin belum ada kejelasan terkait bonus yang diterima seluruh pemain. Hal inilah yang dialami pemain saat ini. “Orang-orang banyak menilai performa kami kurang gereget. Apa gak gereget, kalau hal seperti ini, baik bonus pemain gak kunjung ada kejelasan dari manajemen tim,“ celetuk kapten tim Kalteng Putra ini.

Namun, Kasrun mengungkapkan, motivasi semua pemain masih baik dan semangat serta berkomitmen untuk  mewujudkan taget tembus Liga 1 Indonesia. “Kita tetap komitmen dengan hal itu, yakni target kita lolos 8 besar dulu.  Jangan sampai kondisi yang sudah bagus dan dibentuk hingga sekarang rusak dan hancur gara-gara masalah sepele seperti ini,” tegasnya.

Terkait bonus yang tak kunjung tuntas,  Koordinator Suporter Pasus 1970, Bahri ikut angkat bicara. Pasus merupakan suporter fanatik Kalteng Putra. Menurut Bahri, bonus pertandingan adalah hak pemain Kalteng Putra. Sudah sewajarnya manajemen memenuhi hak seluruh pemain. Jangan menunda-nunda pembayarannya.

“ Kalau ada penundaan, manajemen bisa menyampaikan apa saja yang membuat penundaan bonus itu jadi terlambat hingga sekarang. Manajemen bisa menjelaskan alasanya apabila itu masuk akal. Apabila tidak masuk akal, ya perlu diklarifikasi mengapa sampai terjadi seperti itu,” ungkap Bahri yang setiap pertandingan bersama anggota Pasus 1970 selalu mendukung Kalteng Putra, kemarin.

Sebagai suporter Kalteng Putra, Bahri mengaku sangat kecewa apabila penundaan bonus pemain benar terjadi. “Kalau jadinya seperti itu, harus ada keterbukaan oleh manajemen kepada pemain dan ofisial, kenapa sampai prosedurnya masih dalam tahap, pada intinya ada keterbukaan antara manajemen dengan pemain,” tegasnya.

Dia juga memaklumi kalau keterlambatan pemberian bonus tersebut melalui beberapa proses panjang dan rumit. Namun alangkah baiknya, bisa dijelaskan lebih rinci dan terbuka.

Berkaitan dengan performa Kalteng Putra, dia menilai banyak kemajuan. Terbukti dalam 3 laga terakhir selalu berbuah kemenangan. “Dari hasil yang baik itu, saya meminta pemain tetap menjaga eksistensinya. Jangan sampai, karena hal tersebut justru mengganggu performa tim yang sekarang berlaga di kandang lawan,” harapnya.

Sebelumnya, Manajer Kalteng Putra, Rahmat Nasution Hamka mengakui, sebagian bonus pertandingan sudah diserahkan sebagian.  Sementara sebagiannya lagi masih menunggu tahap pengaturan budget  bonus. Terkait pemyerahan bonus laga, Ramat mengatakan, tidak ada masalah. Karena ada beberapa proses yang dilalui sehingga membutuhkan waktu. (ena/ens)

Berita Terkait