Pengaruh Informasi Teknologi Terhadap Pertanian

 Minggu, Tanggal 02-09-2018, jam 10:19:06
Oleh : Dewi Ratnasari SP

BUKAN hal yang sulit lagi, pada zaman sekarang ini untuk mendapatkan suatu informasi baik itu kabar maupun berita atau hal-hal lain yang ingin kita ketahui. Karena sekarang ini informasi tersebut dapat kita peroleh secara mudah, baik dari siaran radio, televisi, handphone, media cetak, maupun dari internet.

 Begitu juga halnya dengan dunia pertanian, informasi teknologi sangat penting karena dengan adanya teknologi pertanian secara otomastis petani jadi terbantu dan dapat mempermudah pekerjaan para petani. Tentunya untuk mencapai tujuan tersebut petani harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan wawasan di bidang pertanian khususnya ilmu teknologi pertanian.

Peran teknologi sangat diperlukan untuk keberhasilan produktivitas usaha tani yang dihasilkan. Apalagi seiring bertambahnya jumlah penduduk, ototmatis kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan akan semakin meningkat. Terlebih lagi kebutuhan akan pangan. Sebab tanpa pangan, masyarakat tidak akan dapat hidup. Serta bagus tidaknya ketahanan pangan suatu negara itu dapat menjadi indikator keberhasilan suatu negara. Hal ini membuat dunia pertanian harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia tersebut.

Pada saat ini informasi teknologi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Informasi teknologi diyakini sebagai alat pengubah untuk memperoleh kemudahan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari dan mempunyai peranan yang vital dalam segala bidang, salah satunya bidang pertanian. Maka dengan memanfaatkan informasi teknologi dengan baik maka pertanian di Indonesia akan lebih maju.

Petani-petani kita sangat membutuhkan informasi yang berkaitan dengan teknologi pertanian. Informasi-informasi tersebut dapat di peroleh melalui media-media seperti yang sudah tersebar di masyarakat luas. Informasi berupa hasil penelitian dan pengkajian yang dihasilkan berupa inovasi, akan membantu dalam upaya peningkatan produksi komoditas pertanian. Sehingga diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pangan dan swasembada pangan.

Informasi dan pengetahuan tentang pertanian bagi petani akan menjadi pemicu dalam menciptakan peluang berusaha tani, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan di negeri kita. Selain itu juga dapat memudahkan petani untuk mengambil keputusan dalam sebuah peluang dan menghasilkan produk yang maksimal.

Maka dari itu, untuk mengelola usaha taninya, para petani memerlukan berbagai informasi di bidang pertanian, seperti: kebijakan pemerintah, hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu, pengalaman petani lain, serta informasi terkini mengenai prospek pasar yang berkaitan dengan sarana produksi dan produk pertanian.

Sumber-sumber informasi tersebut bisa didapatkan dengan salah satunya mengakses internet. Dengan mengakses internet, para petani bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai pertanian. Tidak hanya itu, mereka juga dapat mengetahui informasi melalui media-media yang lain seperti dari gambar, skets, foto, poster, leaflet, folder, peta singkap, kartu kilat, diagram, grafik, bagan, peta, brosur, majalah, buku, slide film, movie film, film strip, video (vcd,dvd) film, televisi, computer, kaset,cd, dvd, mp 3, mp 4 audio dan masih banyak yang lainnya. Namun, pemerintah wajib pula untuk memberikan penyuluhan kepada para petani dalam mewujudkan produksi serta produk-produk pertanian yang berkualitas.

Akibat dari pengaruh informasi teknologi pertanian, ternyata memiliki dampak. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif dan negatif. Beberapa contoh dampak positif terhadap penggunaan informasi teknologi, contohnya dalam pengolahan lahan. Dengan luasan yang sangat luas, tanpa adanya teknologi, petani dapat menghabiskan waktu 1 hari dalam mengolah lahan pertanian seluas 3 hetar. Namun dengan adanya teknologi petani akan lebih mudah dan cepat dalam mengolah lahan tersebut. Contohnya saja dengan mengunakan mesin traktor. Dulu sebelum ada mesin traktor, pengolahan tanah masih menggunakan bantuan hewan seperti kerbau dan sapi, bahkan jaman dulu hanya menggunakan cangkul saja. Itulah yang membuat pengolahan lahan menjadi lama dan kurang maksimal.

Nah sekarang dengan adanya bantuan teknologi, pengolahan lahan dapat dikerjakan secara maksimal dan dilihat dari segi waktu juga lebih hemat serta ongkos kerja lebih murah. Selain dalam pengolahan lahan, dampak postif lainnya adalah masalah bercocok tanam. Dulu petani hanya bisa menanam jagung saja tanpa memakai ilmu teknologi. Sekarang dengan ilmu teknologi, petani sudah tau bagaimana cara mengawinkan tanaman jagung sehingga dapat menghasilkan jagung hibrida yang hasilnya lebih banyak dan dapat lebih menarik dari bentuk fisik jagung tersebut.

Teknologi informasi ini juga dapat dijadikan sebagai ladang yang potensial untuk melakukan transaksi jual mapun beli. Hal ini sangat potensial dalam memajukan sektor pertanian khususnya dalam agribisnis. Dengan memanfaatkan teknologi informasi pengusaha pada bidang agribisnis dapat lebih mudah memasarkan dan mengenalkan produk mereka sampai ke pelosok negeri bahkan sampai ke luar negeri. Ini dapat mengurangi biaya promosi dibanding harus membayar iklan di media lain selain internet. Bukan hanya pihak pengusaha saja yang diuntungkan tapi juga konsumen. Konsumen dapat lebih mudah untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan hanya dengan memesan, kemudian transfer, sangat praktis. Bagi pengusaha bidang agribisnis juga dapat mendapatkan informasi-informasi berupa teknologi baru pada bidang pertanian yang pada ahrirnya akan bermanfaat bagi kemajuan usahanya. Dan masih banyak lagi keuntungan-keuntugan dari penggunaan tekologi pertanian.

Sedangkan dampak negatif  dari penggunaan informasi teknologi dapat berupa penggunaan pestisida, dimana akibat penggunaan tersebut dapat berdampak buruk baik terhadap mahluk hidup maupun lingkungan sekitarnya.

Zaman dahulu, orang yang menanam cabe maupun tomat serta sayuran lainya hanya dengan cara menyiramnya setiap hari dan memberi pupuk kompos. Sekarang karena kondisi tanah tidak sama seperti dulu maka harus menyiraminya dengan pompa. Selain itu hama dan penyakit yang menyerang tanaman sekarang ini semakin banyak macamnya. Akhirnya dengan kecanggihan teknologi saat ini dalam mendukung penyerapan informasi teknologi, digunakanlah pertisida guna mengusir serta membunuh hama tanaman tersebut.

 Penggunaan pestisida merupakan bukti kemajuaan teknologi, tapi tahukah anda bahwa pestisida yang menempel di buah lalu dimakan pastinya akan sangat berbahaya bila dikosumsi secara rutin. Selain itu penggunaan pestisida juga akan mebuat hama yang belum jadi terbunuh menjadi laebih kuat. Dampak lain dari penggunaan teknologi ialah biaya yang relatif tinggi. Dengan biaya tinggi tentu nilai jual dari hasil panen akan tinggi dan hal ini tidak baik untuk para penduduk yang masih kurang mampu. Apalagi bila hasil panen yang mahal adalah bahan kebutuhan pokok dari penduduk seperti padi dan cabe. Penduduk kurang mampu akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok. Mengenai dampak negatif dari peran teknologi masih banyak lagi.

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang di Indonesia tentunya harus disertai dengan penerapan dan penyebarannya di berbagai lembaga pertanian di seluruh daerah terutama di kecamatan dan di desa agar lebih mudah mengakses informasi yang berguba bagi petani. Oleh sebab itu disarankan kepada pemerintah baik Pemerintah pusat maupun pemda agar lebih tanggap lagi dalam mengembangkan fasilitas ini demi kemajuan pertanian secara nasioanl. Disamping itu juga disarankan kepada para mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian agar semakin menguasai teknologi ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian. (*)

(Penulis adalah Penyuluh BPTP Balitbangtan Kalteng)

Berita Terkait