Sang Penakluk Raksasa

 Sabtu, Tanggal 11-08-2018, jam 08:21:23
Alize Cornet

MONTREAL – Rasanya baru kemarin Angelique Kerber mencium trofi juara Wimbledon 2018. Saat itu dia begitu perkasa di hadapan sang ratu tenis Serena Williams. Tak sampai sebulan kemudian, petenis Jerman itu justru terpuruk saat tampil di ajang Rogers Cup di Montreal, Kanada. Dia menjadi unggulan teratas pertama yang harus pulang cepat dari turnamen pemanasan Amerika Serikat (AS) Terbuka tersebut.

Semakin ironis lantaran Kerber tak berdaya menghadapi petenis non unggulan Alize Cornet. Dua set langsung 6-4,6-1. Dengan kemenangan itu, sekali lagi, petenis Prancis tersebut mengukuhkan namanya sebagai petenis ’’penakluk raksasa’’ di ajang tenis tunggal putri dunia.

Kerber adalah unggulan keempat di Rogers Cup. Sementara itu, Cornet sama sekali belum pernah menembus 10 besar ranking dunia sepanjang karirnya. Peringkat terbaiknya adalah 11. Itu pun terjadi pada 2009. Tetapi, hingga saat ini, dia sudah 17 kali merobohkan petenis 10 besar dunia yang menjadi lawannya. Termasuk pemegang 23 gelar grand slam Serena Williams.

Dengan menumbangkan Kerber, kemenangan di babak 32 besar kemarin adalah yang kedua secara beruntun. Sebelumnya, mereka bertemu di babak kedua Tiongkok Terbuka tahun lalu. Cornet menang dua set, 6-4,6-4. Itu kemenangan pertama dia atas Kerber setelah tiga laga sebelumnya selalu kalah. Dalam lima pertemuan head-to-head keduanya, Kerber memang masih unggul 3-2.

Meski demikian, Cornet mengatakan tidak menggunakan cara yang sama untuk mengalahkan Kerber. ’’Taktikku tidak sama dengan di Beijing (Tiongkok Terbuka) tahun lalu,’’ ujar petenis 28 tahun tersebut. ’’Aku tahu dia (Kerber, Red) juga mengalami kemajuan pesat dalam enam bulan terakhir. Kalau tahun lalu aku fokus bermain dengan forehand untuk membuat dia terus bergerak, tahun ini tidak. Aku mengoptimalkan backhand,’’ tuturnya. 

Kekalahannya dari Cornet itu menodai rekor Kerber sebagai petenis paling konsisten sepanjang 2018. Hanya sekali dia kalah di babak pembuka turnamen sebelum pekan ini. Yakni, ketika dibabat Alison Riske di Mallorca Open Juni lalu 5-7, 6-2, 6-1.

Kerber mengatakan belum bisa beradaptasi dengan cepat setelah bertanding di lapangan tanah liat di Wimbledon. Rogers Cup adalah turnamen yang berlangsung di lapangan keras. Sebagaimana diketahui, pertandingan kemarin adalah laga pertama Kerber setelah Wimbledon. ’’Aku rasa aku butuh waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan lapangan keras. Lebih banyak bertanding, lebih banyak sesi latihan di lapangan keras,’’ tandasnya. (c4/cak)

Berita Terkait