OALAH…! Nekat Jadi Kurir Sabu, Upahnya Sabu Juga

 Jum`at, Tanggal 10-08-2018, jam 11:40:54
Dua dari tiga pelaku peredaran sabu yang diamankan bersama sejumlah barang bukti di Polres Kotim, Selasa (7/8). (FOTO: POLRES FOR/KALTENG POS)

SAMPIT- Pengembangan terhadap Paisal Reza Pahlevi alias Paisal (36), Abdul Rahman (37) dan Ichwan Wahyudi (31) terus dilakukan penyidik Satresnarkoba Polres Kotim. Bahkan diketahui jika Abdul nekat menjadi kurir denga upah mendapat jatah sabu juga.

“ Paisal memesan barang tersebut dari Abdul Rahman merupakan perantara yang bekerja di salah satu hotel pemakai juga hasil penjulannya di upah dengan sabu dari Wahyudi,” ucap Kapolres Kotim, AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatresnarkoba, AKP Ronny Marthius Nababan, Kamis (9/8)

Kepada penyidik, budak sabu tersebut mengaku sudah menjadi kurir sejak bulan puasa lalu.“ Pengakuannya melakukan aksi sudah dari bulan puasa lalu, alasannya karena ekonomi,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, wilayah Keramat di Kecamatan Baamang memang rentan terhadap peredaran narkoba dan obat-obatan seperti zenith atau Dextro. Hal itu dibuktikan dari banyaknya para pelaku yang tertangkap.

“ Kalau untuk di Kotim sendiri penilaian tempat rawan narkoba di daerah Keramat,” ungkapnya.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, ketiga pelaku berhasil diringkus dalam waktu yang berdekatan, namun dalam hari yang sama yakni, Selasa (7/8) lalu.

Awalnya, aparat mengamankan pelaku Paisal. Pria tersebut tidak bisa berbuat apa-apa setelah polisi berhasil menemukan barang haram berupa sabu dengan berat 0,26 gram. Barang itu ditemukan di dalam bak sampah baraknya, Jalan Tatar Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang.

“Kepada petugas, Paisal mengaku jika satu bungkus plastik kecil yang berisi sabu itu dibeli dengan harga 300 ribu,” ungkap Ronny, Rabu (8/8)

Menurut kicauan Paisal, sabu diperoleh dari Abdul Rahman. Tanpa menunggu lama setelah memperoleh informasi dan ciri-cirinya, penangkapan terhadap Abdul Rahman langsung dilakukan.

Tak sulit bagi petugas dalam meringkus Abdul Rahman. Lagi-lagi barang bukti berasal dari orang lain dan mengarah kepada Ichwan Wahyudi. Ichwan pun turut diringkus di rumahnya, Jalan Pelita Timur, Kecamatan MB Ketapang.

 

“Pengembangan yang kami lakukan berhasil mengamankan Abdul Rahman dan barang tersebut diperoleh dari Ichwan Wahyudi. Dalam penggeledahanditemmukan satu bungkus plastik berisi dompet kecil. Ada juga kotak hitam berisikan enam bungkus plastik klip diduga sabu dengan berat 6,27 gram,” ungkap Ronny.

Selain itu, tambah Ronny, anggotanya juga mendapati barang bukti lain seperti sendok dari sedotan, empat plastic dan tibangan digital serta uang Rp300 ribu. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam etalasi kamar mandi. (ais/ang)

 

Berita Terkait