Hendra Lesmana (kanan) dan Rico Porwanto (kiri)


MESKIPUN belum dilantik, calon bupati terpilih (peraih suara terbanyak) di Pilkada Kabupaten Lamandau 2018, Hendra Lesmana, sudah membuat gebrakan.

Hendra yang berpasangan dengan Rico Porwanto pada pilkada lalu, menolak anggaran pengadaan pakaian dinas untuk Bupati dan Wakil Bupati Lamandau terpilih periode 2018-2023. Alasan penolakan itu karena defisit anggaran pada APBD Kabupaten Lamandau yang di antara akibatnya membuat tunjangan daerah (Tunda) aparatur sipil negara (ASN) setempat, belum bisa dibayar oleh pemerintah daerah.

Penolakan itu diungkapkan Hendra melalui akun media sosial Facebook-nya, Kamis (19/7) siang.

Terimakasih kepada pemerintah daerah Lamandau sekarang yg telah menganggarkan pakaian dinas untuk Kepala Daerah terpilih periode 2018-2023, namun atas dasar keprihatinan dan bentuk tanggung jawab moril sy atas persoalan Devisitnya anggaran kab Lamandau sehingga TD(Tunjangan Daerah) PNS tidak terbayarkan maka dari itu saya Menolak pengadaan seragam untuk saya tersebut, semoga anggaran yg di alokasikan untuk seragam tersebut bisa membantu berhemat dan bisa pergunakan untuk meringankan beban pemerintah lamandau,” tulis Hendra di dinding akun facebooknya.

Selain itu, Hendra juga mengunggah dua buah foto, tentang rincian pelaksanaan anggaran dan jenis barang (pakaian) yang telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Lamandau tersebut.

Dalam foto tersebut, tertera jumlah pakaian yang diperuntuk bagi bupati dan wakil bupati total sebanyak 32 stel, masing-masing terdiri dari Pakaian Sipil Lapangan (PSL) 4 stel, Pakaian Sipil Resmi (PSR) 6 stel, Pakaian Sipil Harian (PSH) 6 stel, Pakaian Dinas Lapangan (PDL) 6 stel, Pakaian Dinas Harian (PDH) warna kheki 4 stel, Pakaian Dinas Harian (PDH) warna hijau 4 stel, dan Pakaian Olahraga 2 stel. (ol/nto)

You Might Also Like