RESMI ! Mantan Bupati Tersangka Kasus Raibnya Kas Pemkab Katingan Rp35 Miliar

 Selasa, Tanggal 03-07-2018, jam 09:10:23
Yantenglie ketika keluar dari ruang Ditreskrimus, Jumat lalu. Mantan Bupati Katingan itu memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan. (AGUS PECE/KALTENG POS)

PALANGKA RAYA-Jalinan kisah yang merangkai perjalanan hidup mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie, menarik diikuti. Setelah sekian lama senyap, kini hadir kejutan. Ia resmi menjadi tersangka. Suami dari Endang Susilawatie itu menjadi tersangka kasus raibnya uang kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan sebesar Rp35 miliar. Konon, uang sempat disimpan di Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang Jakarta.

Perihal status tersangka Yantenglie dibenarkan Polda Kalteng. Kabidhumas AKBP Hendra Rochmawan menyebut, Yantenglie sudah berstatus tersangka dan saat ini prosesnya terus berlanjut.

“Ya, sudah tersangka. Proses lidik sudah berjalan,” ujarnya kepada awak media, kemarin (2/7).

Pihaknya masih enggan membeberkan pokok perkara atau hasil pemeriksaan. Akan tetapi, kepolisian berjanji akan membeberkan semuanya kepada publik perihal kasus tersebut, apabila berkas sudah dianggap lengkap oleh kejaksaan (P21).

“Kalau selesai akan kami informasikan kembali,” kata Hendra.

Ditambahkan Hendra, penetapan kasus tersangka atas raibnya uang Rp35 miliar itu, masih menyeret satu orang, yakni Yantenglie. Namun Polda akan terus melakukan pengembangan. Bukan tidak mungkin jumlah tersangka akan bertambah.

“Yang lainnya masih diperiksa sebagai saksi saja. Hanya Yantenglie yang sudah statusnya tersangka,” tegas perwira yang pernah menjabat Kapolres Palangka Raya ini.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum dilakukan penahanan terhadap Yantenglie, karena masih ada beberapa proses lidik yang harus dilengkapi oleh penyidik.

“Pada intinya, pemeriksaan sebagai tersangka sudah selesai. Tinggal menunggu P21 saja,” paparnya.

Terkait penahanan, dia belum bisa menyimpulkan kapan Yantenglie dijemput. “Nanti kita tunggu kelanjutannya saja, kapan beliau akan ditahan,”ucapnya.

Jumat lalu, Yantenglie memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka. Kallteng Pos sempat menanyakan perihal hasil pemeriksaan kepada Yantenglie. Namun, mantan bupati Katingan itu menolak untuk diwawancarai. Dalam pemeriksaan itu, Yantenglie didampingi tiga pengacara.

Ditetapkannya Yantenglie sebagai tersangka oleh Polda Kalteng, terkait kasus hilangnya uang sebesar Rp35 miliar yang disimpan di PT BTN Pondok Pinang Jakarta tahun 2014 lalu, mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L Nussa.

Dia mengaku, dengan adanya tersangka dalam kasus ini, artinya sudah mulai ada titik terangnya.

“Kita berterima kasih kepada penyidik Polda Kalteng yang sudah menetapkan tersangka. Sebab, apabila ini terkatung-katung dan tidak jelas, ada rencana kita untuk membentuk Pansus. Namun, setelah mendengar informasi ini (sudah ada tersangka), buat apa membentuk Pansus,” kata Mantir kepada Kalteng Pos, ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Senin (2/7).

Dia berharap, dengan adanya status tersangka, proses hukumnya bisa segera berjalan dan dilimpahkan ke kejaksaan hingga pengadilan. Mantir hanya ingin, supaya kasus ini terbuka dan diketahui apa yang sebenarnya terjadi dengan uang yang disimpan di BTN tersebut. “Karena ini uang rakyat Katingan,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menegaskan, di samping ada yang bertanggung jawab terhadap masalah uang itu, dia secara tegas meminta uang sebesar Rp35 miliar itu harus dikembalikan ke kas daerah Pemerintah Kabupaten Katingan.

“Ini sangat kita harapkan. Harus kembali ke kas daerah,” tegasnya.(ena/eri/uyi/ce/ram)

 

SEJARAH SIMPANAN

  • Pihak BTN Pondok Pinang menawarkan langsung kepada pihak Pemkab Katingan.
  • Pertimbangan dari bendaharawan umum daerah, bupati Katingan mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang pengelolaan uang sebesar Rp100 miliar di 2014.
  • SK itu ditindaklanjuti lagi dengan MoU atau nota kesepakatan bersama antara asisten administrasi umum setda Katingan dengan pimpinan kas atau cash offi ce head.
  • Dana kelebihan kas daerah di rekening kas daerah ditransfer ke BTN dengan total sebesar Rp100 miliar. Dana masuk di BTN dalam bentuk deposito yang dibuktikan dengan sertifi kat simpanan.
  • Masih di 2014, pemda menarik dana itu sebesar Rp65 miliar dan masuk ke kas daerah.
  • Setelah penarikan, sisa pada 2015, 2016, dan 2017 sebesar Rp35 miliar.

 

PEMICU POLEMIK SIMPANAN

 

  • Bunga bank sebesar 5,50 persen awalnya lancar dan dibayar ke kas daerah,

terakhir masuk pada Maret 2017.

  • Sejak April 2017, bunga bank yang menjadi sumber pendapatan bagi daerah itu tidak pernah lagi masuk ke kas daerah.
  • Pemda mengecek langsung ke BTN sekitar Juli 2017.
  • Pihak bank belum bisa memberikan jawaban.
  • Pemda berencana menarik dana itu pada 10 Agustus 2017 melalui surat resmi ke BTN.
  • Pemda menuntut uang itu dikembalikan ke kas daerah beserta bunganya.
  • Agustus 2017, pemkab ingin menarik uang di BTN Pondok Pinang.
  • Dua kali surat resmi dilayangkan tidak direspons.
  • Bupati dan bendahara langsung ke BTN Pondok Pinang,Jakarta, tidak mendapat jawaban terkait simpanan dalam bentuk deposito atau giro.
  • MoU antara BTN dan Pemkab Katingan ada klausul penyelesaian perselisihan kedua belah pihak bisa melalui jalur hukum.
  • Pemkab Katingan mengadukan ke Polda Kalteng.
  • Senin 18 September, tim Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polda Kalteng bertemu sekda.
  • Posisi pemkab saat ini sudah sebagai pelapor atas sengketa dengan BTN.

 

KECURIGAAN PEMDA

 

  • Bunga bank selama ini berasal dari pihak

ketiga yang menyalurkan dan bukan

dari BTN. Belum bisa dibuktikan karena

selama ini bunga bank ditransfer langsung

melalui BTN ke kas daerah. Namun, simpanan di BTN

atas nama siapa yang mengirim belum jelas.

 

  • Uang Rp35 miliar tidak tersimpan di deposito BTN,

tetapi di rekening giro atas nama Pemerintah Kabupaten

Katingan. Dengan bukti sertifi kat yang dikeluarkan

oleh BTN. Sempat disebutkan ada rekening giro

dengan saldo dan atas nama Pemkab Katingan yang

dibuka oleh seseorang.

 

 

Berita Terkait