ILUSTRASI/NET


TERTANGKAPNYA enam terduga pelaku pembunuhan terhadap Fadli Rahman (23), warga Jalan Tendean, Kota Kuala Kapuas melegakan kedua orangtua korban, H Marto dan Hj Sita. Keduanya berharap agar keenam pelaku mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

"Saya meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya. Jika perlu hukuman mati," tegas H Marto didampingi Hj Sita, saat ditemui di kediamannya, Jalan Tendean, Kota Kuala Kapuas, Jumat (22/2).

H Marto mengatakan, pihak keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada kepolisian, khususnya jajaran Polres Kapuas dan Polsek Selat, yang telah menanggapi laporan keluarga. Keluarga mengapresiasi kerja polisi mengungkap kasus ini, dengan menangkap para pelaku pembunuhan terhadap anaknya.

"Kami serahkan prosesnya kepada penegak hukum. Pastinya hukum mati saja," ucap Hj Sita dengan raut wajah sedih.

Sementara itu, Sunarti yang merupakan saudari korban, ketika dibincangi di RSUD Kapuas mengatakan, sebelumnya ia tidak pernah menyangka maupun mendapat firasat tentang kejadian yang menimpa korban

"Dia berpamitan dengan saya untuk menemui pacarnya. Lalu sore harinya dia berangkat menggunakan motor Suzuki Satri FU. Tapi sampai tengah malam gak ada datang," ucapnya.

Sunarti mencoba menghubungi pacar korban. Sang pacar menginformasikan bahwa korban menemui teman-temannya yang ada di Jalan Mahakam, karena salah satu temanya itu baru keluar dari penjara.

"Kata pacarnya, usai mereka bertemu, adik saya bilang hendak menemui temannya. Nggak enak kalau nggak ditemui, karena temannya ini baru keluar dari penjara," ucapnya sembari mengusap air mata.

Kini Sunarti pun hanya bisa menerima kenyataan pahit. Sang adik telah meninggalkan mereka selamanya. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib untuk proses hukumnya. Ia mengharapkan bahwa para pelaku diberi ganjaran setimpal perbuatan, sesuai hukum yang berlaku. (alh/ndo/ala)

You Might Also Like