ILUSTRASI/NET


KUALA KAPUAS- Minggu (17/2), Fadli Rahman pamitan dengan kakaknya, Sunarti. Pemuda 23 tahun, warga Jalan Tambun Bungai Kapuas itu pergi menjemput pujaan hati untuk jalan-jalan malam. Fadli berangkat menggunakan motor Suzuki Satri F KH 5249 BT. Sang kekasih pun tak menyangka, kebersamaan mereka malam itu menjadi yang terakhir kalinya.

Sebelum menjadi korban pembunuhan, malam itu Fadli bersama pacarnya sempat jalan-jalan. Setelah puas berkeliling kota, ia pun mengantar pacarnya pulang. Usai dari rumah kekasihnya, Fadli tak langsung kembali ke rumahnya. Faldi membelokkan kemudi kuda besinya ke arah Jalan Mahakam, Gang V, Kelurahan Selat Tengah, Kecamatan Selat.

Di Jalan Mahakam, Fadli menemui enam temannya. Mereka adalah HS (22), MH (19), LPH (26), MN (18), PS (23) dan JR (18). Entah apa pemicunya, Senin (18/2) sekitar pukul 01.00 WIB terjadi cekcok. Fadli langsung dikeroyok keenam temannya itu. Ia dikeroyok hingga tewas. Jasadnya dibuang ke Sungai Kapuas Murung, dari atas Jembatan Pulau Petak. Sejak malam itu, Fadli dinyatakan hilang. 

Tiga hari berlalu. Rabu (20/2) sekitar pukul 16.00 WIB, mayat Fadli mengapung. Hasil autopsi tim medis menyimpulkan, Fadli menjadi korban pembunuhan. Ditemukan lima luka bekas tusukan benda tajam pada tubuhnya. Tak butuh waktu lama. Polres Kapuas bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini. Tim Gabungan Satreskrim Polres Kapuas, Satreskrim Polsek Selat, di-back up Resmob Polres Pulang Pisau serta Resmob Polres Tabalong, akhirnya menangkap para pelaku di lokasi yang berbeda.

Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Budi Martono pun membenarkan penangkapan atas enam pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap korban Fadli Rahman. HS, warga Jalan Tjilik Riwut, Kota Kuala Kapuas. MH, warga Jalan Anggrek, Kota Kuala Kapuas. LPH, warga Jalan Kapuas, Kota Kuala Kapuas. MN, warga Jalan Trans Kalimantan Kapuas. PS, warga Jalan Mahakam Kota Kuala Kapuas. Terakhir, JR (18) warga Kapuas.

Menurut AKP Ahmad Budi, keenamnya ditangkap mulai Kamis (21/2) hingga Jumat (22/). Penangkapan di lokasi berbeda. HN ditangkap di Jalan Tjilik Riwut, Gang Wahyu, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Ada juga pelaku yang diamankan di Pulang Pisau. Tapi ada juga pelaku yang diamankan di Jalan Meranti, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara.

"Pelaku utama diamankan di Desa Kitang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Diamankan juga satu sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam, dengan nopol KH 5575 AQ," ungkap Ahmad Budi didampingi Kapolsek Selat AKP Johari F Casdy, Jumat (22/2).

Budi menambahkan, pihaknya masih mencari tahu motif pengeroyokan tersebut.

"Kami masih dalami penyebab cekcok korban dengan para pelaku, termasuk peran para pelaku," ujarnya. Para pelaku diduga melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dan atau pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat 2 KUHPidana," tutupnya. (alh/ce/ala/CTK)

You Might Also Like