ILustrasi


PURUK CAHU–Untuk penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) mendapatkan kuata sebanyak 76 orang. Terdiri dari Tenaga honorer K2 yang berprofesi sebagai guru berjumlah 71 orang dan penyuluh pertanian sebanyak lima orang.

“Memang dari KemenPAN RB sudah kasih kuota sebanyak 76 orang, dari eks K2 tenaga honorer sebagai guru sebanyak 71 orang dan penyuluh pertanian tenaga harian lepas tenaga bantu (THLTB) sebanyak lima orang,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mura, Yance P Sirenden, Rabu (20/2).

Munurutnya, kendala yang dihadapi saat ini terkait koordinasi dengan pimpinan dalam rangka persiapan mengenai penganggaran perekrutan P3K tersebut, karena jadwal yang telah ditentukan dari pusat terkesan mendadak.

“Kendati demikian dari beberapa hari yang lalu sudah ada yang mendaftarkan diri sebaga peserta. Pendaftaran ini dapat dilakukan secara online dan setelah peserta memasukan NIK secara otomatis hasilnya akan terlihat. Soal memenuhi syarat atau tidak, nanti ditentukan oleh sistem kalau yang bersangkutan berhak ikut tes. Pola rekrutmennya sama dengan penerimaan CPNS yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” kata Yance kepada wartawan di Puruk Cahu.

Yance menjelaskan sejak tanggal 19 Februari sebenarnya sudah dilakukan verifikasi berkas peserta yang ikut tes. Namun, terkendala oleh guru-guru yang mengajar di pedesaan. Sebab, akses jalannya cukup jauh dari ibu Kota Puruk Cahu.

“Terutama itu yang menjadi kendala saat ini, ditambah lagi guru honorer K2 harus S1. Sudah ada 24 orang yang melamar termasuk diantaranya lima orang penyuluh dan 19 orang K2,” pungkasnya. (her/ila)

You Might Also Like