Syarifudin meringis kesakitan saat tim dokter mengeluarkan poyektil peluru yang bersarang di kaki kirinya, Rabu (20/2) dinihari.


PALANGKA RAYA - Himpitan dan desakan ekonomi lagi-lagi menjadi alasan Syarifudin (24) warga Jalan Tjilik Riwut Km.9 Palangka Raya  melakukan pencurian aki traffic light. Dia ditangkap karena ketahuan mencuri aki traffic light di Jalan Galaxi - Yos Sudarso, Rabu (20/2) dini hari.

Syarifudin juga harus merasakan perihnya timah panas yang bersarang di kaki kirinya, karena mencoba melarikan diri dari petugas polisi saat sedang dilakukan penangkapan di rumahnya di Jalan Tjilik Riwut Km. 9 kota Palangka Raya.

"Saya melakukan pencurian ini karena terdesak untuk membayar kreditan motor yang sudah menunggak selama satu bulan," tutur Syarifudin.

Dia juga mengaku sehari-hari hanya bekerja serabutan dan kuli bangunan yang hasilnya tidak menentu.

(BACA JUGA: Dua Pencuri Aki Traffic Light Akhirnya Didor)

Syarifudin melakukan pencurian bersama seorang temannya, Agus Mulyadi.

Kedua pria itu kemudian menjual barang curiannya kepada pemulung pengepul barang bekas dengan harga delapan ratus ribu per buah.

Atas perbuatan yang dilakukannya tersangka diancam dengan pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (sam/OL/nto)

You Might Also Like