Ilustrasi. (foto: net)


AKSI ranjang bagi Donwori — bukan nama sebenarnya — sudah seperti makan. Sehari tiga kali. Bahkan lebih.

Begitulah kegiatannya dalam berhubungan suami istri. Ada kesempatan, sikat. Pagi, sebelum berangkat kerja, dia minta “jatah” dulu pada istrinya, sebut saja Sephia. Hari beranjak siang, saat jam istirahat, Donwori segera pulang ke rumah.

Setelah makan siang, kembali minta “jatah”, sebelum kembali bekerja. Perkasa memang si Donwori ini. Pulang kerja, eh, minta lagi.

Tak langsung mandi, dia beri kode kepada istri, “Mah, pengen”. Malam juga begitu.

Seakan tak ada henti tiap hari, Sephia harus melayani hasrat Donwori yang tinggi. Sah-sah saja sebenarnya dalam hubungan suami-istri. Surti pun selalu melayani kebutuhan suaminya dengan baik.

Sayang, lama-kelamaan Sephia tak kuat. Lelah dia dengan hasrat suami. Sampai akhirnya memilih minggat dari rumah. Yang dilanjutkan dengan gugatan cerai kepada suami di Pengadilan Agama (PA) Samarinda.

“Ya, ada kasus begitu (karena istri lelah melayani hasrat suami yang tinggi). Kasusnya sudah diputus cerai. Waktu itu, kasusnya di Samarinda. Pas saya tugas di sana,” kata Panitera PA Bontang, H Mursidi dikutip dari Prokal.co (Kalteng Pos Group), Kamis (21/2).

Kasus perceraian karena pemicu tingginya hasrat seksual suami seperti ini memang terbilang langka. Tetapi benar-benar ada. (JPG/KPC)

You Might Also Like