Luis Suarez


TREN buruk Luis Suarez di laga tandang Liga Champions berlanjut saat Barcelona bermain imbang dengan Lyon. Suarez hanya mencetak satu gol dalam 17 pertandingan Liga Champions dan tanpa gol tandang di kompetisi ini sejak 2015.

Ernesto Valverde mengaku tidak mencemaskan kemajalan Luis Suarez di depan gawang di Liga Champions, setelah Barcelona ditahan tanpa gol oleh Olympique Lyon, Rabu (20/2) dini hari WIB.

Barca mencatat 25 tembakan di Grouprama, dan Suarez termasuk yang menyia-nyiakan peluang tersebut. Penyerang Uruguay itu juga tidak mengoyak jala lawan di lima pertandingan Eropa musim ini.

Dan walau mengemas 16 gol secara total musim ini, ia gagal menjebol gawang lawan di lima laga terakhir di semua kompetisi dan cuma dua kali dari sepuluh pertandingan sebelumnya.

“Ini tidak mencemaskan saya,” kata pelatih Barca Valverde dalam konferensi pers setelah imbang dengan Lyon.

 

Suarez absen mencetak gol dalam 16 pertandingan tandang terakhirnya di Liga Champions. Kali terakhir ia bikin gol di laga tandang Liga Champions adalah pada September 2015 di markas AS Roma.

“Akan mencemaskan saya jika ia tidak mendapat peluang, yang mana Anda tuntut dari seorang penyerang tengah.

 

“Dan (meski, red) ia tidak memiliki peluang, ia menciptakannya untuk rekan setim. Lawan takut kepadanya. Ia (harus, red) menyisihkan dirinya sendiri. Sepakbola adalah permainan margin. Striker memiliki rangkaian gol dan hal terbaik adalah ia mendapat kesempatan.

Suarez bukan satu-satunya pemain yang membuang peluang di Prancis, Lionel Messi, Ousmane Dembele dan Ivan Rakitic juga gagal menceploskan bola, dan sekaligus memperpanjang rangkaian pertandingan tandang tanpa kemenangan di fase gugur Liga Champions menjadi enam laga.

Mereka terakhir kali menang di kandang lawan setelah fase gugur adalah saat melawan Arsenal di 2016. Sejak saat itu mereka gagal membekuk Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, Juventus, Chelsea, Roma dan sekarang Lyon.

Tandang ke markas Olympique Lyon, Rabu (20/2) dini hari WIB, Barca terlihat sukses menguasai jalannya pertandingan.

Sejak awal laga, tim asuhan Ernesto Valverde sudah memegang kendali permainan. Namun sayang, mereka kesulitan dalam penyelesaian akhir. Beberapa kesempatan tak bisa dimaksimalkan menjadi gol.

Sepanjang laga, Barca tercatat unggul ball possesion 59 persen banding 41 persen milik Lyon. Bahkan mereka bisa melakukan 24 percobaan, dimana 13 di antaranya berhasil mengarah ke mulut gawang.

Lyon sendiri cuma memiliki lima peluang mencetak gol. Dari jumlah tersebut, dua meleset dari sasaran, dua mengarah ke gawang, dan satu sisanya dapat diblokir pemain Barcelona.Namun keunggulan statistik ini tak berpengaruh apapun buat Lionel Messi Cs. Sebab hingga laga usai, skor tetap 0-0.(net/ram)

You Might Also Like