ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA-Bagi sebagian mahasiswa, tugas akhir alias skripsi bukanlah menjadi beban berlebihan. Namun, tidak bagi Mardi. Mahasiswa berusia 26 tahun ini stres lantaran skripsinya tak kunjung selesai. Ia pun melampiaskan bebannya dengan mengonsumsi sabu. Tak pelak, ia diadili dan masuk bui.

Penasihat Hukum Gandi Candrawan mengatakan, mahasiswa semester akhir itu tinggal di barak seorang diri. Karena skripsi yang tak kunjung selesai, Mardi melampiaskannya dengan mengonsumsi sabu.

"Terdakwa ini stres atau galau karena skripsi yang tak kelar-kelar. Untuk mengurangi beban pikirannya, ia lampiaskan dengan pakai sabu," ungkapnya kepada media setelah persidangan di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (19/2).

Dia menambahkan, sudah tujuh bulan Mardi mengonsumsi sabu. Karena tinggal sendirian di barak yang juga merupakan asrama mahasiswa, membuat beban pikirannya semakin bertambah. Karena itulah ia lampiaskan ke sabu.

"Beban pikirannya semakin bertambah, lantaran ia tinggal sendiri di barak. Sudah tujuh bulan terdakwa memakai sabu," ujarnya.

Berdasarkan hasil sidang putusan, pemuda kelahiran tahun 1993, yang masih menjalani kuliah semester akhir ini, divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Zulkifli.

Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman enam tahun penjara, subsider 2 bulan penjara.

"Kemarin kami meminta keringanan atas tuntutan, karena dia membeli bukan untuk dibagi-bagi. Hanya semata-mata untuk digunakan pribadi. Dari putusan ini, pledoinya masih dipertimbangkan, dari tuntutan awal dari jaksa yakni 6 tahun 2 bulan, menjadi 5 tahun 1 bulan," jelasnya.

Dalam persidangan tersebut terdakwa dikenakan Pasal 112 ayat (1) KUHP Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia divonis hukuman penjara dan denda Rp800 juta. Jika terdakwa tidak mampu membayar, maka akan diganti dengan hukuman satu bulan penjara.

Pemuda yang masih duduk di bangku kuliah ini diamankan setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat, bahwa di Jalan Pasir Panjang, Kelurahan Kereng Bankirai, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, pada Agustus 2018 lalu, yang bersangkutan melakukan transaksi sabu.

Dari penggeledahan polisi, berhasil ditemukan satu paket sabu seberat 0,32 gram seharga Rp300.000 dari Mujahidin. Terdakwa kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, menjalani masa hukuman selama lima tahun di balik jeruji besi. (*ana/ce/abe/ctk)

You Might Also Like