Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati mengatakan, kepemilikan lahan negara oleh elite bukanlah rahasia. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)


JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menantang capres 01 Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kartu timnya sendiri terkait kepemilikan lahan berstatus HGU (Hak Guna Usaha). Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati mengatakan, kepemilikan lahan negara oleh elite bukanlah rahasia.

Menurutnya, selain membongkar HGU milik Prabowo, Jokowi seharusnya juga berani mengungkap lahan negara yang dimiliki orang-orang dalam timnya.

"Ketika dia melontarkan kepada Pak Prabowo soal kepemilikan tanah ribuan hektare coba dia (Jokowi) lihat timnya ya. Di tim pemerintahannya dia juga, siapa aja yang memiliki lahan yang luas. Berani enggak?" ujarnya saat ditemui di kantor WALHI, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Senin (18/2).

Dia menyarankan agar Jokowi segera merilis nama-nama tersebut. Menurutnya, kepemilikan lahan yang luas oleh sejumlah orang di belakang calon petahana itu sudah cukup lama.

"Jadi jangan hanya lihat di lawannya (Prabowo). Karena memang itu dari dulu sudah seperti itu. Tapi juga timnya Jokowi yang berasal dari masa lalu kan juga harus berani (merilis)," ucap  dia.

"Itu bukan rahasia lagi dan saya pikir menarik juga kalau Jokowi mengkritisi timnya sendiri gitu," sambung anggota panelis debat pilpres kedua itu.

Sebelumnya, dalam gelaran debat kedua pilpres Minggu (17/2), Jokowi mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki lahan total 340.000 hektare di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo pun tak membantah. Dia menjelaskan bahwa lahan yang disebut Jokowi berstatus HGU.

"Tadi disinggung tentang tanah yang saya kuasai ratusan ribu (hektare) di beberapa tempat, itu benar. Tapi itu adalah HGU, itu adalah milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua," tegas Prabowo. (JPC/KPC)

You Might Also Like