Sekda Papua, Titus Emanuel Adopehan Hery (baju putih) usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Mtero Jaya. (foto: net)


JAKARTA - Sekretaris Daerah Pemprov Papua, T.E.A Hery Dosinaen angkat bicara atas penetapan tersangka kasus penganiayan kepada seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gilang Wicaksono di Hotel Borobudur, pada Sabtu (2/2) malam.

Usai keluar dari ruangan penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya sekitar 22.55 WIB, Hery Dosinaen menyampaikan permintaan maaf baik atas nama pribadi maupun kedinasan atas tindakan reflektif melakukan tindak penganiayan kepada Gilang Wicaksono.

"Saya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sebelumnya sebagai saksi, kemudian sudah di-BAP. Kemudian, statusnya dinaikan (tersangka)," ujarnya kepada awak media usai keluar, Senin (18/2) malam.

Dia mengaku refleks terbawa emosi sehingga melakukan tindak penganiayan kepada Gilang Wicaksono. Hery pun meminta maaf atas kekhilafan yang diperbuatnya di Hotel Borobudur.

"Atas nama pribadi, saya meminta maaf dan karena emosional reflek sesaat, meminta maaf dan kekhilafan," ujarnya.

Hery pun mengaku mendapat banyak pertanyaan saat diperiksa penyidik. Diketahui dia mulai diperiksa sejak pukul 13.30 WIB. Selama lebih dari 10 jam, Sekda Pemprov Papua pun mengaku sudah sering terlibat kerja sama rencana aksi antikorupsi kedinasan yang berintegrasi dengan Pemprov Papua.

"Banyak sekali pertanyaan. Saya pribadi meminta maaf sebesar-besarnya kepada jajaran KPK atas kejadian ini. Selanjutnya, menunggu hasil selanjutnya," ujarnya.

Diketahui, Gilang terpergok sedang mengambil foto-foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan Anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2) malam. Karena aktivitasnya mencurigakan, sejumlah orang dari Pemprov Papua menghampirinya karena tidak terima difoto.

Dari keterangan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, mereka dempat menanyakan identitas Gilang hingga memeriksa tangkapan foto dan isi pesan WhatsApp. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun mereka tetap memukulinya. Merasa menjadi korban, kejadian itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Minggu (3/2) pagi. (JPC/KPC)

You Might Also Like