Joni Iskandar Bersimbah Darah Dihantam Pakai Palu

 Senin, Tanggal 21-01-2019, jam 08:59:29
Korban Joni Iskandar dengan cidera kepala usai dihantam dengan palu oleh rekannya Dedi. Kini korban masih menjalani perawatan di RSUD Puruk Cahu. (FOTO: POLRES FOR KALTENG POS)

PURUK CAHU-Joni Iskandar bersimbah darah di tangan temannya sendiri. Warga Desa Benao Kecamatan Lahei Barat, Barito Utara (Batara) itu dilarikan ke rumah sakit dengan kepala bocor. Joni menderita luka serius setelah dihantam menggunakan benda diduga palu oleh Dedi.

Keributan antara korban dan pelaku berawal dari janji taruhan sabung ayam. Tepatnya terjadi ketika korban bertemu dengan pelaku Jumat (18/1) siang.

Kapolres Mura AKBP Esa Estu Utama SIK melalui Kasatreskrim AKP Ronny M Nababan mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Desa Penyang Kecamatan Murung dengan menggunakan sebuah martil.

"Saat ini korban masih dalam perawatan di RSUD Puruk Cahu. Mengalami luka robek di kepala akibat kena pukul menggunakan palu oleh pelaku," kata Ronny di Polsek Murung.

Ronny mengungkap, berdasarkan keterangan korban, sebelum terjadi pemukulan, dia membuat janji dengan pelaku untuk bermain sabung ayam sambil pasang taruhan sejak Rabu (16/1).  Namun janji tersebut diakui korban selalu gagal lentaran ada kesibukan.

Pada Jumat (18/1) korban mendatangi pelaku yang saat itu sedang memperbaiki sepeda motornya untuk kembali mengajak bermain sabung ayam.  Pelaku yang mungkin sudah kesal akhirnya mengiyakan ajakan korban, namun dengan syarat nilai taruhan Rp5 juta.

Ternyata usai ditawar korban, pelaku menolak bermain karena taruhannya tidak sesuai keinginannya. Bahkan mengancam korban jika terus memaksa akan dipukul dengan tukul.

"Setelah diancam seperti itu, korban malah terus saja memaksa pelaku untuk bermain. Tiba-tiba tanpa disadari korban, pelaku langsung memukulkan tukul tersebut ke kepala korban hingga pingsan," ungkap Ronny.

Ronny menegaskan, bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi lain dan sedang mengejar pelaku penganiayaan tersebut. (her/ang/ctk)

Berita Terkait