Ilustrasi. (Fajar Krisna/Radar Surabaya)


HIDUP berumah tangga memang tak mudah. Lebih-lebih di zaman sekarang ini, masalah keuangan sering kali membuat rumah tangga terancam.

Itu pula yang dialami perempuan warga Surabaya ini. Sebut saja namanya Karin -bukan nama sebenarnya- yang telah 15 tahun berumah tangga.

Karin sebagai istri Donwori -juga bukan nama sebenarnya- hanya dijatah Rp500 ribu setiap bulan. Padahal, penghasilan Donwori sebagai karyawan perusahaan ekspedisi lumayan.

Masalahnya, Donwori masih senang berfoya-foya. Bapak dua anak itu masih terbawa jiwa mudanya meski sudah punya dua anak.

Karin menuturkan, suaminya seolah tak memikirkan istri dan anak karena masih demen berfoya-foya. "Pikirannya belum sampai. Daripada buat foya-foya, mending buat membahagiakan anak istri. Blas enggak ada pikiran ke sana," kata Karin di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, Jumat lalu (18/1).

Kegemaran Donwori berfoya-foya berimbas ke istri dan anaknya. Sebab, biaya untuk berfoya-foya dari uang gaji.

Persoalan yang dihadapi Karin bertambah lantaran Donwori juga pelit. Karena itu Karin harus pandai mengatur uang jatah bulanan dari Donwori.

Sampai-sampai Karin harus benar-benar berhemat. Demi mengirit, anak Karin yang masih berusia tiga tahun pun terpaksa diberi susu kental manis.

Ngerti dewe berapa hargae susu formula. Gak ngatasi duwite, ya untung gak mencret (tahu sendiri berapa harga susu formula. Duitnya tak mencukupi, ya untungnya tidak mencret, red),” tutur Karin.

Walau Karin sudah berupaya hidup hemat, tetap saja jatah dari Donwori yang cuma Rp 500 ribu per bulan tak cukup untuk membiayai berbagai kebutuhan. Hal itulah yang mendorong Karin mencari penghasilan lain.

Sayangnya, Karin mencari penghasilan lewat jalan pintas. Dia menjadi simpanan jejaka royal. Sebut saja namanya Donjuan yang baru berusia 31 tahun.

Dari perselingkuhan itulah Karin bisa menopang kehidupan ekonominya. Bahkan, Donjuan yang sangat royal membuat jatah belanja Karin berlebih.

Hanya saja, Donwori mengendus perselingkuhan Karin. Kecurigaan Donwori muncul setelah dua pekan berturut-turut Karin masak makanan enak.

Selain itu, Karin juga menjadi sering berbelanja. Donwori yang sangat mafhum jatah bulanan untuk Karin tak akan cukup untuk membiayai perubahan menu dan belanja langsung menuduh istrinya menjual diri.

Namun, Karin menepis tuduhan yang dilontarkan suaminya. "Aku terus terang sama dia. Lek (kalau) jual diri enggak, tetapi kalau selingkuh iya,” kata Karin.

Ternyata Karin punya pendapat sendiri soal perbedaan antara selingkuh dengan menjual diri. “Gimana jual diri kalau mainnya cuma dengan satu orang. Itu pun tak lakukan agar anak tetap makan," tuturnya.

Pernyataan Karin itu membuat Donwori berang. Rumah tangga Donwori dan Karin pun pun berujung perceraian.

Pandangan Karin itu seolah-olah mirip dengan pernyataan salah satu calon presiden dalam debat kemarin yang menyatakan penyebab pejabat korupsi karena kurangnya gaji. Adapun Karin berselingkuh dan rela menjadi simpanan gara-gara kurangnya jatah bulanan.(sb/is/jay/JPR/KPC)

You Might Also Like