Berbeda Tetap Bersatu

Kalteng Memegang Teguh Filosofi Huma Betang

 Senin, Tanggal 21-01-2019, jam 05:16:39
Tokoh nasional Mahfud MD saat menghadiri perayaan Natal Kebangsaan di Betang Hapakat, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Sabtu (19/1). .

PALANGKA RAYA- Perayaan Natal Kebangsaan di Betang Hapakat, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Sabtu (19/1). Rangkaian kegiatan di Sekretariat DAD Kalteng itu, menghadirkan pembicara tokoh nasional Mahfud MD.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko mengatakan, Kalteng pada dasarnya memiliki wilayah yang sangat luas dan masyarakatnya tetap bersatu meski ditengah perbedaan. Pasalnya, hal itu dapat dilihat dari kehidupan beberapa waktu silam hingga saat ini, yaitu memegang filosofi huma betang.

Diungkapkannya, implementasi dari filosofi itu bahwa dalam perbedaan budaya tidak menimbulkan perselisihan. Menurutnya, sampai saat ini masyarakat Kalteng tetap bersatu dengan saling menghargai, menghormati, toleransi, dan saling tolong menolong.

“Kalteng memiliki wilayah satu setengah Pulau Jawa dengan memegang teguh filosofi huma betang  yang diimplementasikan dengan tidak ada perselisihan ditengah perbedaan,” ungkapnya saat perayaan Natal Kebangsaan di Betang Hapakat, Sabtu (19/1).

Pihaknya megapresiasi bahkan setuju dengan Mahfud MD yang saat itu menjadi pembicara pada Natal Kebangsaan. Pasalnya, Mahfud MD mengatakan pluralisme adalah perbedaan yang diciptakan Tuhan dan manusia harus siap menerima perbedaan.

“Pluralisme adalah perbedaan dan itu fitrah yang diciptakan Tuhan, sedangkan manusia harus siap menerima perbedaan itu serta bekerja untuk maju bersama,” katanya.

Menurutnya, keberaman hidup dengan kemajemukan budaya dan bahasa yang sedemikan rupa agar tetap menjaga toleransi antar sesama. Padahal, kata dia, perbedaan itu sebenarnya memiliki manfaat untuk saling menghargai. “Perbedaan ini dapat menjadi salah satu perekat NKRI,” pungkasnya.

Dalam pesan kebangsaan, Mahfod MD menyampaikan Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Penduduknya bersatu. Meskipun memiliki beragam agama. Semua terikat pada satu ideologi yaitu Pancasila. “Sama dengan huma betang, meski di dalamnya terdapat berbeda agama, namun mereka tetap bersatu,” katanya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga memuji langkah Polda Kalteng dan pihak panitia yang kreatif membangun persatuan dengan sikap iman dan rasa aman.

“Natalan dikemas dengan silaturahmi seluruh elemen bangsa, membakar semangan persatuan dengan beragama secara substantif,”ujarnya melalui akun twitternya.(abw/ram)

Berita Terkait