Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti. (foto: net)


KEPUTUSAN Edy Rahmayadi mundur dari Ketua Umum PSSI pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019) cukup mengagetkan.

Mundurnya Edy Rahmayadi juga memantik reaksi Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti.

Lewat akun Instagramnya, Minggu (20/1/2019) dia mengunggah foto bersama kucing. Meski tak menyebutkan satu namapun dalam tulisannya, namun secara tersirat, Krishna menyindir seseorang.

Dia bahkan menyebutkan lengsernya Edy sebagai kudeta tak berdarah. “Karena skrg mbahnya Bakpia sdh jd raja. Telah terjadi Kudeta tak berdarah. Kucing saya saja tau siapa mbahnya bakpia,” ungkapnya.

“Mbah, yg kamu lakukan itu jahat, nakut2in voters seolah2 kalau bukan kamu yg jd raja kucing, kucing voters akan dikandangin semua karena semuanya pernah makan ikan asin. Padahal kamu biang makelar ikan asin. Kamu yg bagi2 ikan asinnya,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa orang yang dikudeta adalah orang baik. “Percayalah mbah, Allah maha mengetahui.. Orang baik di kudeta oleh si mbah Bakpia kucing garong #kmupdates (ini obrolan pagi sama kucing tentang si mbah Sri galak berbulu kucing),” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Edy Rahmayadi mundur dari ketua umum PSSI tepat di Kongres Tahunan PSSI 2019 di Bali, Minggu (20/1/2019). Kini, Joko Driyono dan Iwan Budianto yang memegang tapuk pimpinan PSSI.

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja yang hadir sebagai voter perwakilan PSMS bersama CEO Dody Taher dan Penasehat Kodrat Shah.

“Pak Edy kesatria. Beliau mundur karena banyak oknum anggota Exco yang tidak becus. Dan banyak yang mau goyang beliau karena saat ini juga jadi Gubsu. Dan dengan ini, Pak Edy ingin fokus ke Gubsu saja,” ujarnya saat dihubungi kepada Pojoksumut.com, Minggu (20/1/2019).

King-sapaan akrabnya, tak menampik dalam kongres tersebut sudah terjadi beberapa kubu yang pro dan kontra Edy Rahyamadi antara para voters.

“Ini karena sampai tadi malam terjadi semacam gesekan anggota Asprov dan klub. Terjadi kubu-kubuan. Ada yang minta Pak Edy mundur dan ada yang minta Kongres Luar Biasa (KLB). Ini yang dipikirkan beliau. Tadi pagi subuh kami dikumpulkan dan beliau dengan kesatria dan tegas menyatakan mundur dari Ketua Umum PSSI,” jelasnya.

Kongres Tahunan PSSI 2019 digelar pada hari Minggu (20/1) pukul 09.00 WIB di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali. Para peserta Kongres bersama pengurus PSSI telah melakukan welcome dinner.

Kongres ini akan diikuti 85 voter dari berbagai anggota PSSI. 85 voter PSSI terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, dan 1 Asosiasi Futsal (FFI).  (nin/pojoksatu/kpc)

You Might Also Like