Bupati Kotim Supian Hadi didampingi Wabup Taufik Mukri saat mengecek logistik pemilu di Kantor KPU Kotim belum lama ini


SAMPIT – Kurang lebih tiga bulan lagi akan dilaksanakan pemilihan umum (Pemilu) 2019, tepatnya tanggal 17 April. Namun masih ada warga yang belum masuk dalam daftar sebagai pemilih, khususnya mereka yang ada di sekitar perusahaan besar swasta (PBS). Seperti halnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Untuk mengatasi masalah itu, KPU sebagai penyelenggara pemilu akan melakukan sosialisasi ke sejumlah PBS. Karena selama ini ada warga pendatang yang bekerja di perusahaan tapi tak masuk dalam daftar pemilih. Jika hal itu dilakukan, maka jumlah pemilih di Kotim bisa saja bertambah dari jumlah 274.189 pemilih yang sudah masuk daftar pemilih tetap (DPT) pada 17 kecamatan yang ada di kabupaten itu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kotim Siti Fathonah Purnaningsih  memastikan kesiapan KPU menghadapi Pemilu 2019. Beberapa tahapan sudah dilalui, seperti penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) dan juga Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar pada 17 kecamatan di Kotim yaitu 274.189 pemilih.

Menurut Siti, angka pemilih itu bisa saja bertambah lagi. Mengingat masih banyak warga yang belum masuk DPT. “KPU sekarang akan mensosialisasikan ke perusahaan sawit tentang DPT. Mengingat di sana banyak pendatang yang bekerja pada perusahaan tersebut dan harapan kami agar perusahaan tersebut proaktif terkait pemilu 17 April mendatang,” pintanya.

Siti Fathonah juga menjelaskan terkait logistic.  Hanya surat suara dan formulir yang belum datang. KPU juga berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim untuk meminjam, gedung olahraga di sekitar areal Stadion 29 Nopember Sampit. ”Mulai Februari KPU akan memindahkan semua logistik ke indoor Stadion 29 Nopember Sampit untuk perakitan kotak suara. Sebab kotak suara akan datang dan akan disortir untuk dilipat, dan nantinya akan dikirimkan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 17 kecamatan di Kotim,” jelasnya.

KPU juga menginformasikan tahapan saat ini sedang berjalan, terutama pemuktahiran data pemilih, termasuk daftar pemilih khusus (DPK) bagi warga yang belum terdaftar dalam DPT untuk segera melapor ke PPS. Jika tidak memungkinkan bisa lapor ke KPU Kotim, sehingga yang bersangkutan bisa menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang.

Diakui Siti, saat ini KPU akan memfokuskan DPT yang tersebar di perusahaan besar swasta (PBS) di Kotim. Jangan sampai hak suara warga tidak digunakan pada pemilu nantinya. KPU akan berkoordinasi dengan PBS dan mencari data mengenai karyawannya. “Sebab satu suara sangat berarti dalam pemilu ini. Jangan sampai warga negara terutama di Kotim ini golput pada pemilu nantinya,” tegasnya. (*rif/ens/ctk/nto)

You Might Also Like