Ilustrasi


Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada masyarakat. Khususnya mereka yang biasa menjangkau sarana transportasi udara. Akibatnya tidak sedikit masyarakat memilih mode transportasi lain seperti jalur laut.

Alan (40) merupakan salah satu masyarakat yang memilihi jalur laut karena mahalnya tiket pesawat. Tidak hanya kenaikan harga tiket, bagasi berbayar juga menjadi alasan.

“Mending pilih ikut kapal saja sekalian. Apalagi saya mau ke Parepare, kalau naik pesawat harus singgah ke Makassar dulu, tapi kalau kapal laut langsung ke Parepare,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Selasa (15/1).

Meski harus melalui jalur laut dan menempuh perjalanan selama berhari-hari, tidak menjadi masalah. Perjalanan pulang tidak begitu mendesak.

Jika naik pesawat, ia harus menyiapkan uang paling sedikit Rp2 juta. Belum ditambah biaya bagasi. Jalur laut, cukup Rp500 ribu. “Murah, bisa menghemat uang. Misalnya berpikir karena hampir dua hari di jalan, itu enggak masalah. Siapa mau kasih duit Rp1,5 juta dalam dua hari?” tanyanya.

Nasib serupa juga dialami M Arifin (40). Penumpang dengan tujuan yang sama dengan Alan itu membeli tiket untuk keluarganya. “Memang tiket pesawat mahal. Kalau kapal laut sudah biasa kami,” katanya.

Meski mahal, di antara pengguna transportasi masih ada yang memilih jalur udara. Fitriadi (39), mengaku biasanya perjalanan menuju Jakarta dengan rincian biaya tak lebih Rp 900 ribu. Sekarang harus menyiapkan Rp 1,8 juta sekali penerbangan.

“Ini biar kerja di pemerintah pun tetap saya rasa berat, apalagi kalau ada kepentingan mendadak sampai saat ini,” keluhnya.

Tak hanya itu, Hesti (25) juga menyatakan bahwa dirinya juga ingin berangkat menuju Jakarta dengan total biaya Rp1,544 juta sekali penerbangan. “Ini mahal banget. Kalau ada rencana turun ya syukur,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelni Cabang Tarakan Haeru Rijal mengaku jika kenaikan harga tiket pesawat tidaklah berdampak pada peningkatan jumlah penumpang Pelni.

“Sejauh ini tidak ada yah. Memang ada kenaikan 7-10 persen saat musim liburan, tapi kalau sekarang tidak ada pengaruh. Tetap penumpang kami di kisaran 700-1.000 penumpang. Malah kapal kami masih kurang penumpang, karena kapasitasnya 3.329 penumpang, tapi penumpangnya hanya seribuan saja,” terangnya.

Menurutnya, tidak berpengaruh pada antusias masyarakat dalam menggunakan transportasi laut dikarenakan penumpang telah memiliki selera perjalanan masing-masing. Kapal Pelni memiliki jangkauan ke sejumlah daerah, meski harga tiket pesawat murah penumpang tidak akan beralih.

Seperti misalnya rute Tarakan-Nunukan-Parepare, rata-rata setiap kapal 700-800 penumpang dan 70 persennya turun di Parepare.

Mengenai adanya tambahan petugas dan yang memandu calon penumpang, menurutnya, hal tersebut bukanlah disiapkan sebagai antisipasi peningkatan penumpang. Melainkan petugas tersebut ditempatkan semata-mata demi peningkatan layanan.

“Kami memang meningkatkan pelayanan agar calon penumpang bisa menulis mengisi identitas dengan duduk. Karena kita maunya ini calon penumpang kan merasa nyaman kalau membeli tiket,” urainya. (jpg)

 

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like