Hati-hati! Kanker Serviks Bisa Menular Melalui Tangan dan Mulut

 Selasa, Tanggal 13-03-2018, jam 08:14:39
ILUSTRASI

IDEALNYA, penyakit kanker serviks yang ditularkan oleh virus Human Pappiloma Virus (HPV) yang disebarkan melalui hubungan seksual. Namun ternyata, seseorang yang hidupnya selalu positif di jalurnya, tak pernah berganti-ganti pasangan, dan belum pernah berhubungan seks pun bisa tertular penyakit mematikan itu.

Bagaimana bisa? Ternyata sejatinya kuman dan virus memang ada di mana-mana. Kanker serviks bisa menular melalui tangan dan mulut."Jadi ketika bersalaman dengan seseorang yang kena kanker serviks hati-hati. Makanya di rumah sakit kan selalu sedia pembersih tangan dengan alkohol," kata Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Prof. dr. Andrijono SpOG(K) dalam acara Forum Ngobras di Jakarta, Rabu (14/3).

Andrijono mengungkapkan setiap kali dia memeriksa pasien kanker serviks, di bagian mulut pasien tersebut juga terdapat virus HPV. Artinya virus itu bisa masuk ke mulut pasti dengan bantuan perantara tangan penderitanya."Bisa menular melalui tangan. Kami periksa pasien kanker serviks di mulutnya ada virusnya. Sebanyak 20 persen pasien punya virus HPV yang nyangkut di mulut. Berarti kan mereka pasti makan pakai tangan memasukkan tangan ke mulut," jelas Andrijono.

Virus HPV itu juga bisa ada di mana saja seperti di dubur dan lidah penderita. Bahkan, Andrijanto mengungkapkan sebuah cerita dari dokter di Inggris yang iseng memegang gagang pintu rumah sakit untuk mengetahui adanya kuman HPV atau tidak di tangannya.

"Dia keluar dari ruang pintu pasien kanker serviks dirawat, lalu dokter itu swapatau menggosok gagang pintu itu dengan tangannya. Saat dicek di laboratorium kumannya memang ada," jelas dokter yang bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.

Karena itu, perempuan saat ini juga harus selalu menjaga hidup bersih baik di area kewanitaan dan bagiah tubuh lainnya. Selain itu tentu wajib menjaga kebersihan toilet.

"Pokoknya gejala kanker serviks itu tak terlihat, ketika keputihan tak wajar maka harus segera ke dokter, jangan ditunda," tegasnya.(ika/JPC)

Berita Terkait