Wacana Perubahan Sistem Kelulusan Tes CPNS, BKD Berharap Sistem Ranking

 Rabu, Tanggal 21-11-2018, jam 05:51:26
Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun

PALANGKA RAYA- Wacana menggunakan sistem ranking terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini, terus menguat. Selain dari para peserta tes sendiri, keinginan serupa juga dilontarkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selaku penyelenggara seleksi CPNS.

Wacana itu cukup beralasan. Jumlah peserta yang lulus seleksi sangat minim, karena nilai yang tak memenuhi passing grade atau batas nilai minimum yang ditentukan. Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun menyambut baik wacana perubahan sistem kelulusan tes CPNS, dari yang semula berdasarkan passing grade menjadi sistem ranking.

Namun hingga Selasa (20/11), BKD Kalteng belum mendapat kabar resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait perubahan sistem penilaian tes CPNS. Namun, apabila ada keputusan demikian, pihaknya menyambut baik, guna mengisi formasi yang belum terpenuhi.

“Ya, kami menyambut baik (sistem ranking). Dengan demikian, formasi yang belum terisi berpeluang terpehuhi,” kata Katma saar dibincangi usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Senin (19/11).

Dijelaskannya, apabila sistem perubahan itu tidak dapat terealisasikan tahun ini, pihaknya berharap ada seleksi CPNS pada tahun 2019, dengan persyaratan yang lebih ringan. Memang untuk sistem passing grade ini lebih sulit daripada menggunakan sistem ranking. “Lebih baik sistem ranking daripada passing grade. Mudah-mudahan wacana perubahan sistem ini terealisasikan,” ucanya kepada media, kemarin.

Dikatakan Katma, sistem yang akan digunakan pada seleksi lanjutan yakni seleksi kompetensi bidang (SKB), masih menunggu keputusan Kemenpan RB. Tetapi, lanjut dia, jika sesuai Permenpan Nomor 37 Tahun 2018, maka  sudah jelas sama dengan sistem SKD.

“Terkait SKB nanti tergantung Kemenpan RB, karena Permenpan sudah menyatakan demikian. Kecuali jika memang mereka mau mengubah dan mencabut permen itu,” bebernya.

Ditambahkannya, berdasarkan data yang masuk ke BKD, dari seluruh peserta tes CPNS, 80 persen didominasi masyarakat Kalteng yang dibuktikan dengan KTP Kalteng. Dari 106 peserta yang lolos, 75 persen KTP Kalteng dan 5 persennya dari luar Kalteng. “Dari 4.611 peserta, 80 persen KTP Kalteng, dan dari 106 peserta yang lolos SKD, 75 persen ber-KTP Kalteng,” ungkapnya.(*abw/ce/ens/CTK)

Berita Terkait