PEMKAB KAPUAS

PUPR Rencanakan Tutup Simpangan Median Jalan Pemuda

 Jum`at, Tanggal 09-11-2018, jam 10:15:23
Alat berat milik PUPR Kapuas memperbaiki median jalan yang rusak akibat amblasnya truk tronton, Kamis (8/11)

KUALA KAPUAS – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kapuas berencana menutup jalan khusus di tikungan median Jalan Pemuda. Hal ini lantaran, kerap amblasnya truk bermuatan berat di jalan yang dibuka hasil kerja sama bersama instansi terkait dan Satlantas itu

Kadis PUPRPKP Septedy melalui Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan Ahmad Isnaeni mengatakan, sudah dua kali truk amblas di jalan itu. Tentu, itu menjadi momok karena menghalangi lalu lintas dan proses penanganannya agak sulit.

"Tetapi nanti dipertimbangankan lagi akan ditutup atau tidak? Karena kerapnya truk amblas di situ. Tapi, akan kami rundingkan lagi dengan Satlantas dan beberapa instansi lainnya," katanya, Kamis (8/11).

Menurut dia, pihaknya akan menindaktegas siapapun yang menyebabkan kerusakan jalan itu. Demikian pula di pengemudi yang mesti bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Selain itu, lanjut dia, untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya bersama dengan instansi terkait akan mempertegas lagi rambu-rambu jalan. “Dipertegas lagi serta aturannya ada atau tidak melihat bahwa aturan angkutan di atas dua ton dilarang masuk ke dalam kota,” ujar dia.

Menurutnya alasan yang sering dilontarkan oleh para sopir adalah tidak melihat rambu-rambu jalan lantaran ukurannya yang terlalu kecil. Sebab itu, kata dia, inilah yang harus dipertegas lagi bagi pihak angkutan agar mengetahuinya. Tak hanya itu, ia juga yakin, kalau pengemudi seharusnya sudah tahu lokasi dan jalan yang dilalui. Larangan truk bermuatan berat masuk ke dalam kota, pungkas dia, karena dapat merusak jalan seperti yang telah terjadi.

"Untuk itulah ke depan kerusakan salah satu median jalan ini akan dirundingkan bersama dengan instansi terkait. Apakah akan ditutup atau diperbaiki lagi? Kemudian yang kedua, pihak angkutan harus bertanggung jawab terhadap kerusakan yang ada," tegasnya. (ndo/ami/ctk/nto)

Berita Terkait