8 Desa di 8 Kecamatan Jadi Kampung KB

 Jum`at, Tanggal 09-11-2018, jam 09:29:00
Asisten Administrasi Umum Setda Seruyan Agus Suharto (peci cokelat) didampingi para pejabat lainnya saat pencanangan Kampung KB di Desa Panima, Kecamatan Danau Seluluk, Rabu (7/10).

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mendukung program pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB). Mengingat program tersebut saat ini sedang digencarkan, tidak hanya di kota besar saja, tapi sampai ke pelosok desa.

Kali ini delapan desa dan delapan kecamatan di Kabupaten Seruyan sudah dilakukan. Desa-desa yang dicanangkan tersebut meliputi Desa Panima Raya di Kecamatan Danau Seluluk, Desa Tanjung Rangas di Kecamatan Seruyan Hilir, Desa Benua Usang di Kecamatan Danau Sembuluh, Desa Parang Batang di Kecamatan Hanau.

Kemudian Desa Sandul di Kecamatan Batu Ampar, Desa Durian Tunggal di Kecamatan Seruyan Tengah, Desa Tumbang Kubang di Kecamatan Seruyan Hulu dan Desa Tumbang Langkai di Kecamatan Suling Tambun.

Pencanangan Kampung KB ini secara simbolis dilakukan di halaman kantor Desa Panimba Raya, Kecamatan Danau Seluluk, Rabu (7/10).

Asisten Administrasi Umum Sekda Seruyan Agus Suharto mengatakan, pihaknya merasa senang dan bangga dengan pencanangan Kampung KB tersebut. Supaya nantinya mampu membantu dan mensukseskan tidak hanya program pemerintah saja,tetapi juga membantu masyarakat.

Kampung KB adalah suatu wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program kependudukan KB. Selain itu juga mampu melakukan  pemberdayaan keluarga, yang dilaksanakan secara sistematik dan sistematis.

"Kami begitu senang dan memberikan apresiasi terbentuknya delapan desa dan delapan kecamatan ini. Kamk yakin nantinya kampung KB yang ada di sini menjadi contoh daerah lainnya," ungkapnya.

Agus menambahkan, pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar manfaat program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Supaya nantinua program ini dapat menjangkau masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan.

Pada akhirnya akan membantu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Apalagi keberadaanya sendiri dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat. "Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk kesejahteraan," ungkapnya. (son/ctk/nto)

Berita Terkait