Orang Terlantar Ditemukan Meninggal, Posisinya Tertelungkup dan Mengeluarkan Darah

 Jum`at, Tanggal 09-11-2018, jam 05:48:04
Seorang tunawisma yang baru saja diantar dari Tangkiling meninggal dunia di dalam rumah singgah dengan posisi tertelungkup pada Rabu malam (7/11).

PALANGKA RAYA- Rumah singgah milik Dinas Sosial Palangka Raya mendadak dipadati anggota kepolisian. Penyebabnya, seorang tunawisma alias orang terlantar yang baru saja diantar dari Tangkiling pada Rabu (7/11) malam, meninggal dunia di dalam rumah singgah dengan posisi tertelungkup.

Kejadian tersebut sontak membuat pegawai Dinas Sosial panik. Kasi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinsos Palangka Raya, Subarnadi mengatakan, saat ditemukan, Rustam (58) sudah tak bernyawa lagi.

“Saya tidak mengetahui pasti bagaimana kronologinya. Pertama kali saya melihatnya tadi siang, sekitar pukul 13.15 WIB, yang bersangkutan sudah tertelungkup dan mengeluarkan darah pada bagian mulut dan hidung. Saya pun tidak berani menyentuhnya,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Kamis (8/11).

Karena melihat yang bersangkutan sudah tak bernyawa lagi, Subarnadi langsung memberitahukan kepada rekan-rekannya dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia mengatakan, dari informasi yang didapatnya, Rustam diantar menggunakan ambulans ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Ada surat rujukan dari puskesmas.

“Isi surat rujukan tersebut untuk mengantarkan orang telantar dan tidak memiliki keluarga. Isi surat pun menyatakan bahwa yang bersangkutan sehat,” jelasnya.

Dari pengakuan petugas Dinsos yang menerima korban malam sebelumnya, Rustam sempat berteriak-teriak. Padahal sudah diberikan makanan. Karena dikhawatirkan akan mengamuk atau melarikan diri, petugas mengunci pagar depan.

“Nah, setelah saya pulang dari rumah sakit, saya mengecek kondisi yang bersangkutan. Ternyata sudah tak bernyawa lagi,” ceritanya.

Wakapolres Palangka Raya Kompol Mohammad Zainur Rofik pun membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Pihaknya akan mencari tahu keberadaan keluarga korban di sekitaran Palangka Raya.

“Untuk sementara ini korban dititipkan terlebih dahulu di Ruang Kamboja,” jelasnya saat diwawancara di RSUD dr Doris Sylvanus.

Dokter forensik dr Ricka Brillianty mengatakan, Rustam meninggal sekitar empat jam sebelumnya, dikarenakan ada sakit yang dideritanya. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyakit apa yang diderita korban. Terkait adanya darah yang keluar dari bagian hidung dan mulut, dikatakannya, itu merupakan hal yang lumrah, karena yang bersangkutan meninggalnya dalam keadaan tertelungkup.

“Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ucap Ricka. (idu/ce/abe/CTK)

Berita Terkait