Terjadinya OTT, Tunjukkan Kualitas Kinerja Anggota Dewan

 Minggu, Tanggal 04-11-2018, jam 10:33:55
Ilustrasi. (foto: net)

SEPEKAN berlalu, kasus OTT yang menimpa empat anggota Komisi B DPRD Kalteng terus menjadi perbincangan. Pengamat politik Jhon Retei Alfri Sandi menilai, kasus ini menujukkan kualitas anggota dewan.

Kualitas anggota dewan dan lembaga perwakilan rakyat, kualitasnya terbukti. OTT. Sekaligus menjawab apakah aspirasi masyarakat atau pemberi modal yang diutamakan legislator?

“Dalam kasus ini sebenarnya menunjukkan kualitas kinerja anggota dewan sebagai penyalur aspirasi masyarakat,” ungkapnya kepada Kalteng Pos via ponsel, Sabtu (3/11).

Menurutnya, OTT kader parpol, jika tidak memiliki kepentingan secara menyeluruh, juga tidak terlalu signifikan menurunkan elektabilitas suatu partai. Sebenarnya, kata dia, kejadian ini menjadi peluang bagi partai untuk menunjukkan sikap dan tindakan terhadap suap atau korupsi.

“Hanya persoalanya mungkin pimpinan akan mempertimbangkan komponen lain seperti jasa mereka terhadap partai, atau prestasi mereka selama ini,” ucapnya.

John menambahkan, partai harus berhati-hati mengambil sikap terkait kasus ini. Apalagi menjelang pemilu tentu ini peluang bagi partai menunjukkan sikap terhadap pemberantasan korupsi. Mengingat di kalteng partai-partai tidak terlalu berani ambil keputusan-keputusan.

“Ya mungkin ada banyak petimbangan lain dari partai itu sendiri,” tegasnya.

Dikatakan Jhon, kasus yang menimpa anggota Komisi B ini harus dijadikan kehati-hatian bagi para penyelenggara negara karena memiliki pengaruh yang sangat besar. Walaupun, tambahnya, kasus hukum tidak mesti membuat seseorang jatuh.

“Ya harus hati-hati karena hal seperti itu akan selalu ada,” ujarnya. (*abw/nue/abe/ctk/nto)

Berita Terkait