Merias 70 Klien dalam Empat Jam

 Minggu, Tanggal 04-11-2018, jam 11:26:12
Sebelum merias klien, Fida selalu melaksanakan salat Tahajud. Hal itu dilakukan agar diberi kelancaran saat proses merias, terutama merias pengantin. Sebab, itu adalah momen penting kliennya. (IST/PROKALTIM)

Usaha tak pernah mengkhianati hasil, hal itu sangat dipercaya ZulfidaWidya Kumala. Berawal dari hobi dan rasa kagum, menggelitik perasaan perempuan yang kerap disapa Fida itu. Saat pertama kali menyentuh peralatan make-up, dia berhasil mendaulat para sahabatnya sebagi kelinci percobaan. Di luar dugaan, hasilnya memuaskan.

 

PERTAMA kali merintis, pengguna jasanya hanya ditargetkan untuk make-up wisuda. Seiring berjalannya waktu, Fida berhasil melebarkan sayap dan merangkul para calon pengantin untuk menggunakan jasanya. Hal itu dimulai setiap dia hanya dipercaya merias keluarga pengantin. Dalam hati dia selalu berdoa agar bisa merias pengantinnya juga. Pada 2016 doanya dikabulkan, saat itu kali pertama dia merias pengantin.

“Kali pertama aku dibayar Rp 500 ribu, menurut aku itu banyak banget! Sangat gugup! Saking gugupnya, aku beli semua alat make-up yang ada di mal. Agar bisa memberikan hasil yang maksimal untuk klien pengantin pertamaku, ya walau pada akhirnya pemasukan tidak seimbang dengan pengeluaran,” ujar perempuan 24 tahun itu sambil tertawa.

Saat ditanya tentang klien terbanyak, perempuan yang menggunakan behel ini tertawa sebelum menjawab. “Saat acara perpisahan MAN 2 Samarinda bersamaan dengan SMA 3 Samarinda (Smaga). Awalnya Smaga beda hari, tapi tiba-tiba jadwalnya berubah. Sungkan menolak, akhirnya aku memutuskan untuk melayani semuanya. Mulai dandan pukul 3 subuh dan mereka semua sudah harus siap pukul 7 pagi  Rasanya? Aduh jangan ditanya! Mati rasa,” ungkapnya sambil menepuk jidat.

Sejak itu, nama Fida menjadi buah bibir para MUA se-Samarinda. Bagaimana tidak, dia yang masih terbilang pendatang baru sudah berani mengambil 70 klien, yang bahkan MUA senior enggan melakukannya. Pernah menggegerkan sesama MUA, dia pun pernah dicibir akibat perbuatannya itu. “Iya, ampun deh, enggak lagi aku berani ambil klien sebanyak itu,” ucapnya menyesal.

Seiring berjalannya waktu, pengalaman yang akhirnya membentuk karakter dan ciri khas riasan Fida, yakni flawless look andalannya. Reputasinya semakin menyebar dari mulut ke mulut. Tahun demi tahun berlalu, sudah tak terhitung jumlah wajah yang pernah dia rias.

Saat ditanya tentang apakah ini pekerjaan yang menjanjikan, perempuan yang dulunya adalah atlet voli itu mengangguk. Tapi harus dijalani dengan kesabaran. Seperti dirinya kini yang bisa meraup keuntungan Rp 50 juta per bulan.

“Pasti menjanjikan, apalagi Samarinda kini seperti kota metropolitan. Banyak ibu sosialita yang arisan saja minta dirias. Namun, di luar itu harus bisa komitmen. Jangan dapat kesusahan sedikit langsung berhenti. Ya kalau begitu ceritanya, sampai kapan pun tidak akan menjanjikan,” ujar perempuan yang hobi mewarnai itu.

Keberhasilan yang dicapainya kini tak lepas dari dukungan orangtua. Fida menjadikan ibu sebagai patokan hidup. Tak hanya itu, dia juga sangat memercayai kekuatan doa orangtua khususnya sang ibunda mampu menembus langit. Tak hanya melalui doa, sang ibunda pun setia menemani anak sulungnya ini saat mendapat panggilan merias. “Semua orang yang sudah berlangganan sama aku, pasti tahu kalau aku sering bawa ibu. Entah kenapa, aku selalu tenang aja setiap ibu ada menemani,” ujarnya

Merasa sangat berutang budi, Fida dan sang adik yang kini mencari ilmu di Rusia sama-sama menabung untuk memberangkatkan sang ibunda umrah ke Tanah Suci Mekkah. Awalnya berniat untuk memberangkatkan sang ayah juga namun ditolak. Ayahnya mempersilakan agar sang istri yang berangkat.

“Ketika punya niat baik, Allah akan melancarkan hal itu. Alhamdulillah minggu kemarin ibu baru pulang umrah dengan uang bangga. (*/nul*/rdm/k16)

Berita Terkait