Melihat Upaya Masyarakat Memenuhi Kebutuhan di Tengah Keterbatasan

Listrik Padam Ajang Bisnis Hotel dan Amal Genset

 Minggu, Tanggal 04-11-2018, jam 09:53:24
Aquarius Boutique Hotel Jalan Imam Bonjol Palangka Raya tampak ramai, seperti halnya sejumlah hotel lainnya, tadi malam. (DENAR/KALTENG POS)

Kehidupan masyarakat di zaman serba modern tak lepas dengan barang-barang elektronik. Sudah pasti hal itu membutuhkan listrik. Lantas bagaimana upaya warga Kota Palangka Raya yang pasokan listriknya terganggu sejak tiga hari lalu, memenuhi kebutuhan hidupnya?

 

ANISA B WAHDAH-M RIDUAN NOOR, Palangka Raya

GELAP Gulita. Begitulah keadaan Kota Palangka Raya pada malam hari selama dua hari terakhir. Pasalnya tower transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) PLN di Jalan Mahir Mahar Kota Palangka Raya ambruk. Belum diketahui jelas penyebab robohnya tower 150 kilo Volt (kV) itu.

Yang pasti tak sedikit masyarakat mengeluhkan dampaknya. Terutama kaum ibu dan penghuni barak alias kost. Keluhan masyarakat mencuat di berbagai media sosial facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lainnya.

Di tengah keterbatasan, masyarakat secara alamiah berbagi peran. Ada yang memanfaatkannya dengan bisnis. Ada juga yang berbagi amal dan menyediakan genset.

Menelusuri bisnis perhotelan, Kalteng mencoba mendatangi dan pesan melalui online beberapa hotel di Palangka Raya, Sabtu (3/11). Kebanyakan berstatus fully booked alias sudah dipesan.

Hotel Aquarius di Jalan Imam Bonjol menjadi salah satu favorit menginap. Sejumlah hotel di Jalan Tjilik Riwut, penuh. Termasuk hotel di Jalan RTA Milono maupun Arut. Yang tersisa, sepertinya tinggal wisma. Itupun belum jaminan ada generator set alias genset.

Dampak lain, air PDAM. Ambruknya tower SUTT, juga berdampak terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Direktur PDAM Palangka Raya Budi Harjono mengungkapkan, pihaknya tidak menampik pernyataan masyarakat yang sudah bertebaran di media social terkait air sempat mengeruh. Akibat kejutan ataupun turbulensi pada pipa, saat listrik padam.

Sehingga, pihaknya menggunakan generator untuk produksi air sekaligus distribusi ke masyarakat. Sembari menunggu aliran listrik pulih, distribusi dan produksinya secara bergantian.

“Beberapa titik mengalami kekeruhan, jika nanti aliran PLN sudah normal, kita akan mengadakan pencucian pipa secara keseluruhan di wilayah teknis Kota Palangka Raya,” ungkapnya kepada Kalteng Pos.

Saat ini, pihaknya fokus para pelanggan mendapatkan pelayanan air bersih dulu, walaupun secara kuantitas tidak maksimal. Yang mengalami kekeruhan di titik tertentu, saat ini memerlukan laporan untuk ditindaklanjuti tim distribusi.

“Air yang diproduksi kami kualitasnya masih bagus, masalah kuantitas atau tekanan memang akan normal, jika kami sudah mendapatkanpasokan daya dari PLN,” bebernya.

Tim distribusi saat ini, kata dia, tengah melakukan perbaikan di beberapa tempat sesuai laporan yang masuk, sekaligus mengevaluasi valve wash out atau kran pencucian. Lokasi yang saat ini sudah terpantau oleh pihak PDAM adalah RTA Milono ada dua titik dan Rajawali di Jalan Lele, sudah selesai.

Meski kurang pasokan listrik dan hanya menggunakan generator, pihak PDAM tetap mengusahakan air mengalair ke rumah warga. Hanya saja tekanan atau kuantiasnya tidak maksimal karena pompa distribusi tidak bisa dioperasikan secara maksimal, karena generator tidak mampu membangkitkan semua pompa.

Generator yang digunakan saat ini ada 500 KVA. Sedangkan pihaknya memerlukan daya keseluruhan 800 KVA. Ada satu generator lama kapasitasnya 130 KVA, saat ini tengah diupayakan agar bisa beroperasi, karena yang kecil kondisinya ada kerusakan.

Di sisi lain bisnis, ada juga yang memanfaatkan untuk lahan amal. Tapi tidak dengan Aprie Husin Randu. Rela dari Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu turun ke Kota Palangka Raya hanya memberikan arus listrik genset secara Cuma-Cuma. “Saya kasihan melihat postingan ibu-ibu yang katanya susah memasak dan mencuci,” ucapnya saat dibincangi disela-sela mengoperasikan genset berwarna merahnya itu.

Tidak dipungut biaya. Hanya perlu kirim pesan melalui telefon seluler, Aprie akan datang menyelamatkan ibu-ibu yang tak bisa memasak dan mencuci karena tak memilki air dan listrik. Iya. Tidak semua masyarakat Kota Cantik memiliki genset, sehingga relawan seperti Aprie memang sangat membantu masyarakat, bak pahlawan.

“Saya buka fecebook dan melihat postingan masyarakat Palangka Raya mengeluh tidak bisa memasak dan mencuci karena padam, kemudian saya berinisiatif membantu dengan membagikan arus genset secara Cuma-cuma,” tuturnya kepada Kalteng Pos.

Berangkat sejak Sabtu (3/11) pagi dari Tangkiling, pukul 09.00 WIB sampai di Kota Cantik dan mulai melayani masyarakat. sebelumnya, lelaki kelahiran asli Tangkiling itu harus antre Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. Rela mengocek uang pribadi sebesar Rp140 ribu untuk mengisi minyak 15 liter pada genset 2500 watt itu.

“BBM saya sendiri yang beli tapi harus antri dulu di Tangkiling,” tegasnya.

Tidak hanya rela kocek uang pribadi, ia pun rela tinggalkan pekerjaan sehari-harinya sebagai petani hanya untuk membantu kehidupan masyarakat di kota. Tapi ia tidak takut rezeknya hilang, karena yakin Tuhan sudah membagi rezeki kepada masing-masing manusia. “Tidak masalah kok, rezeki kan sudah diatur sama Allah,” singkatnya.

Sambil mengusap peluh keringatnya, lelaki usia 38 tahun ini menceritakan bahwa di Tangkiling pun juga padam. Tapi ia lebih memilih membantu orang di kota daripada di kampungnya sendiri.

“Masyarakat tangkiling sudah biasa hidup tanpa air dan mereka ke sungai. Sedangkan masyarakat Kota tidak biasa dengan hal itu,” ujarnya.

Sejak tiba di palangka Raya pemesanan genset gratisnya sudah mencapai 21 orang. Namun sayang, sampai pukul 13.00 WIB hanya 5 nomor telfon yang bisa ia layani. Tapi dengan semaksimal mungkin akan melayani masyarakat kota.

“Gensetnya cuma satu san meskipun yang pesan hanya satu tapi tetangga lainya numpang nyalur, jadi ya lumayan lama,” ucapnya.

Dikatakan Aprie , masih belum mengetahui kapan akan kembali ke kampungnya. Jika memang masyarakat masih membutuhkan bantuanya ia akan bermalam di Kota Cantik. “Ada rumah teman di Palangka Raya, mungkin bisa bermalam disana,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait